Di masing-masing kota pelatihan akan diikuti oleh 15 perempuan dengan disabilitas/non-disabilitas yang ingin lebih mengembangkan bisnis UMKM mereka (scaling up).
Sementara itu, 10 perempuan disabilitas yang baru ingin menjajaki dunia wirausaha. Pelatihan yang dijalankan secara daring dan luring.
Menghadirkan rangkaian modul yang sangat adaptif dan relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM perempuan maupun disabilitas untuk berkembang di masa depan.
Yaitu Business Model Canvas, Literasi Digital, Literasi Keuangan, serta Media Sosial dan Pengenalan AI.
Diharapkan program ‘SheAblepreneur’ akan mampu berkontribusi dalam menciptakan keadilan sosial melalui ekosistem UMKM yang lebih adil dan inklusif.
Dengan demikian, dapat mendorong akses maupun keterlibatan kelompok yang termarjinalisasi.
“Khususnya perempuan dan individu disabilitas, menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan,” tutup Nicky.
