02/05/2026
Aktual

Setelah Idul Adha, Padi Lahan Rawa Siap Panen

JAKARTA (Pos Sore) – Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satu daerah dengan rawa lebak cukup luas, mencapai 181.600 hektar. Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel tercatat sebagai daerah dengan luas rawa lebak terbesar di Kalsel.

Di lahan rawa ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian sedang menanam padi yang sebentar lagi siap panen. Luasnya mencapai 504 hektar yang berlokasi di Polder Alabio, Kabupaten HSU.

Total lahan rawa lebak yang ada di Polder Alabio yaitu seluas 3.000 hektar. Terdiri dari rawa lebak dangkal seluas 900 hektar dan rawa lebak tengahan 2.100 hektar. Jadi, di Polder Alabio ini ada penambahan luas tanam 2.500 hekatar akibat El-Nino.

“Saat El-Nino lahan sawah di rawa lebak tengahan yang biasanya tanam sekali menjadi tanam dua kali, bahkan sebagian lahan rawa lebak dalam pun yang biasanya tidak bisa ditanami menjadi bisa ditanami,” jelas Muhammad Syakir, Kepala Badan Litbang Kementan, di Jakarta, Rabu (23/9).

Syakir menyebutkan, saat ini lahan sawah siap panen di Polder Alabio sekitar 540 hektar. Perkiraan akan panen bertahap dari 29 September hingga 13 Oktober 2015. Lahan sawah siap panen meliputi Desa Hambuku Hulu seluas 35 hektar, Hambuku Raya 100 hektar, dan Hambuku Pasar sekitar 90 hektar.

“Setelah lebaran Idul Adha mulai panen. Ada juga yang 2 minggu lagi akan panen,” ungkap Syakir.

Potensi lahan rawa lainnya yang bisa ditanami padi yaitu di Provinsi Sumatera Selatan. Luas areal tanam padi di lahan rawa lebak mencapai 293.521 hektar. Ada beberapa yang tanam dua kali sehingga realisasi tanam musim kemarau April-September dari target 608.933 hektar, saat ini sudah 408.984 hektar.

Sementara di Lampung saat ini lahan rawa lebak yang ditanami padi yaitu seluas 30.000 hektar baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Lahan rawa lebak diantaranya ada di Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Balitbang Pertanian berulangkali menegaskan, musim kemarau bukan berarti ‘lonceng kematian’ bagi para petani. Karena di lahan rawa juga bisa ditanami padi. Potensinya di musim kemarau ini mencapai 500 ribu hektar, belum termasuk tambahan sektiar 250 ribu hektar akibat El-Nino.

Lembaga itu pun membuktikan keberhasilannya ‘menyulap’ lahan rawa sebagai lumbung pangan di musim kemarau. Tentunya, setelah mendapatkan intervensi teknologi inovasi yang dihasilkan. (tety)

Leave a Comment