Pasca banjir Aceh hampir 1 bulan, di Aceh Tamiang gelondongan kayu masih sangat banyak di area pesantren Darul Mukhlisin (20/12-25).//Foto: Istimewa
POSSORE.ID, Jakarta — Jumlah korban bencana Sumatera yang meninggal terus bertambah. Sampai Rabu malam (24/12-25) jumlah korban meninggal bertambah 17 jiwa sehinggal total yang meninggal menjadi 1.129 orang.
Jumlah korban yang dinyatakan masih hilang mengalami penurunan menjadi 174 jiwa, dan yang masih mengungsi sebanyak 496.293 jiwa.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers secara virtual Rabu (24/12), terkait status kedaruratan wilayah, sebanyak 12 kabupaten dan kota telah mengalami pergeseran status dari masa tanggap darurat menuju status transisi darurat.
Menurut catatan Geoportal Data Bencana Indonesia, ada 52 kabupaten/ kota yang terdampak bencana, masing-masing di Aceh 18, Sumatera Barat 16 dan Sumatera Utara 18.
Angka 12 kabupaten/kota yang telah mengalami pergeseran status seperti diungkapkan Muhari, hanya sekitar 23 persen dari jumlah kabupaten/kita yang terdampak. Status transisi bencana masih jauh dari pemulihan, dan keadaan ini terjadi satu bulan setelah bencana besar melanda, walau pemerintah pusat berkali-kali menyatakan bahwa “kita mampu”.
Dilihat dari wilayah, 12 kabupaten/kota yang sudah mengalami pergeseran status menjadi transisi darurat, menurut Muhari masing-masing empat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Masih ada beberapa daerah yang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat hingga tanggal 28 atau 30 Desember mendatang.
Terkait pemulihan infrastruktur, menurut Abdul Muhari seluruh pekerjaan lapangan saat ini sudah mulai berjalan bertahap.Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap.
Selain itu, percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan juga dilakukan terutama untuk mendukung kelancaran transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
“Saat ini, pemulihan di Sumatera Barat sudah hampir mencapai 100 persen, sementara di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, progresnya telah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen,” ucapnya tanpa merinci.(lia)
