06/05/2026
Aktual

Seks Aktif, Wanita Dianjurkan Rutin Deteksi Dini Kanker Serviks

JAKARTA (Pos Sore) — Jumlah penderita kanker serviks atau kanker mulut rahim saat ini semakin meningkat. Kanker ini semakin menjadi perhatian sejak ada seseorang artis kenamaan didiagnosa menderita kanker serviks.

“Tingginya angka kematian akibat kanker serviks membuat kanker ini semakin ditakuti oleh masyarakat,” kata dr. Fara Vitantri Diah C, SpOG (K) Onk, dari RS Siloam TB Simatupang, dalam media gathering bertajuk ‘Ayo Lawan Kanker Serviks’, di RS Siloam TB Simatupang, Kamis (2/2), yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2017

Ia menjelaskan, wanita yang aktif berhubungan seksual atau sudah menikah berisiko terkena kanker serviks. Kanker ini umumnya terjadi akibat terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV) saat berhubungan seksual.

Karenanya, ia mengingatkan wanita yang sudah menikah untuk rutin deteksi dini kanker serviks. Deteksi dini bisa dengan pap smear, IVA, atau langsung diperiksa adanya HPV.

Namun, ia menyayangkan, meski sudah banyak wanita yang tahu adanya deteksi dini kanker serviks, tetapi tidak melakukannya. Padahal, kanker serviks salah satu kanker yang paling banyak ditemui pada wanita, selain kanker payudara.

“Berdasarkan data di RS Fatmawati, dari 5037 pasien kanker yang berobat tahun 2016, sekitar 40 persen adalah pasien kanker serviks,” ungkapnya.

Dikatakan, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan satu tahun sekali. Jika ditemukan lesi prakanker, pasien bisa langsung menjalani pemgangkatan lesi tersebut agar tak berkembang jadi kanker.

Dengan begitu, pengobatan akan jauh lebih murah, mudah, dan cepat. Jika ditemukan pada stadium awal, pengobatan juga bisa mendapatkan hasil yang baik dibanding sudah ditemukan stadium lanjut.

“Tingkat kesembuhan pasien juga lebih tinggi jika ditemukan stdium awal. Banyak pasien kanker yang sehat selamat puluhan tahun setelah selesai menjalani pengobatan kanker serviks,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, hindari rasa takut didiagnosis kanker ketika melakukan pemeriksaan. Diketahui lebih dini, tentunya akan lebih baik.

“Ketika mendapati gejala kanker serviks, jangan tunda untuk periksa ke dokter. Semakin cepat ditemukan, semakin baik pengobatannya,” tandasnya.

Adapun gejala kanker serviks antara lain, keputihan yang tak kunjung sembuh, perdarahan spontan atau setelah berhubungan seksual, nyeri pinggul, gangguan berkemih dan buang air besar, hingga gangguan ginjal.

“Paling banyak gejalanya gangguan ginjal karena dekat serviks ada saluran kencing. Kalau kanker sudah besar, jadi ngeblok salurannya, pasien enggak bisa pipis,” tambahnya.

Selain deteksi dini, kanker serviks juga bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi sudah bisa dilakukan pada anak usia 9-13 tahun. Pemberian vaksin pada usia tersebut sangat efektif memberikan perlindugan dari HPV. (tety)

Leave a Comment