7.4 C
New York
24/02/2024
Aktual

Sekolah Lapang Iklim Tingkatkan Panen Petani

JAKARTA (Pos Sore) — Pemanasan global telah menganggu sistem iklim global dan menyebabkan meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrim. Tidak hanya suhu yang berubah, tetapi juga hujan, yang cenderung semakin basah dan semakin mengering.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mencoba mengadaptasi iklim dengan menciptakan terobosan melalui Sekolah Lapang Iklim Indonesia dalam bidang pertanian di berbagai daerah di Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait.

“Kami membuat Sekolah lapang iklim (SLI). Bentuknya training of trainers tahap 1 dan 2, serta tahap 3 training for farmers sebagai penyuluh lapangan dan juga sebagai mediator, atau perpanjangan tangan kami di masyarakat, “kata Nurhayati, Kepala Pusat Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG, di Jakarta.

Menurutnya, sekolah tersebut bentuk upaya pendekatan yang memberdayakan petani dan penyuluh untuk memahami dan memanfaatkan informasi iklim secara efektif dalam mendukung pertanian. Sekolah tersebut telah sukses dilaksanakan di 18 provinsi sentra pangan sejak tahun 2010. Kemudian pada tahun 2011 (11 provinsi), 2012 (18 provinsi), dan 2013 (25 propinsi).

“Pada 2014 direncanakan dilakukan di 25 propinsi di Indonesia. Melalui sekolah lapang iklim Indonesia ini, pengetahuan petani dapat ditingkatkan dan dipahami dalam mengantisipasi iklim ekstrim dan adaptasi terhadap perubahan cuaca dan iklim oleh para petani dengan pendampingan pemandu dari BMKG dan pertanian.

“SLI tahap 3 pada 19 Agustus 2013 di propinsi Bali, telah berhasil meningkatkan panen meskipun kenyataannya Padi ditanam pada cuaca atau iklim yang cukup ekstrim dengan peningkatan curah hujan di musim kemarau ” ungkapnya. (tety)

Leave a Comment