06/05/2026
Aktual

Saatnya Beri Perhatian Terhadap Koperasi Karyawan

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah menyadari keberadaan Koperasi Karyawan (Kopkar) dapat menjadi pendorong tumbuh kembangnya koperasi di seluruh Indonesia. Karena itu, Kopkar patut mendapat perhatian bersama baik dalam hal pembinaan, pelatihan maupun akses perbankan.

“Saatnya kita beri perhatian Kopkar karena cukup lama kopkar ini belum banyak kita sentuh pembinaanya,” ujar Deputi bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, dalam pertemuan jumatan dengan Forum Wartawan Koperasi dan UKM, Jumat (8/4), dengan menghadirkan pengurus koperasi karyawan Astra dan koperasi karyawan Bank BNI.

Dikatakan, kopkar saat ini berjumlah 14.252, dengan jumlah anggota sebanyak 1.586.611, dan sebarannya merata di seluruh Indonesia. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kopkar terbanyak yaitu 2.494, sedangkan Maluku Utara, provinsi dengan jumlah kopkar paling sedikit yaitu 20.

“Sebaran keberadaan kopkar itu sangat berkaitan dengan lokasi industri, sebagai contoh di Karawang saja itu jumlah kopkar 280, kemarin sekitar 100 dari jumlah itu mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan),” kata Choirul.

Choirul mengatakan pentingnya kopkar jadi perhatian karena jumlahnya cukup potensial, sebarannya merata dan sebagian besar kegiatan usahanya berorientasi pada kebutuhan anggotanya. Dari jumlah 14.252, kopkar mampu mencatat volume usaha mencapai Rp25.361 triliun, dengan sisa hasil usaha (SHU) Rp 11.692 triliun.

“Karena itu, ciri khas kopkar sebagaian besar melaksanakan usaha simpan pinjam dan serba usaha,” jelasnya.

Hanya saja, kopkar memiliki kelemahan dari sisi menejerial. Karena itu, Kemenkop UKM akan memberikan bimbingan teknis, menyediakan tenaga pendamping untuk melakukan pelatihan dan pendidikan guna meningkat kapasitas SDM pengurus.

“Karena belum semua kopkar punya kompetensi pengelolaan koperasi karena mereka sebagaian besar adalah karyawan. Kalau ini dipahami oleh pemimpinan perusahaan maka ini akan ada penugasan khusus untuk mengurus koperasi,” tegasnya.

Kemenkop UKM juga akan membuka akses kopkar dengan perbankan. Dengan memiliki ciri khas yang bersifat homogen, kopkar akan ideal bila dibuka akses kerja sama dengan pihak perbankan. Apalagi kalau perbankan yang gencar mencari nasabah.

“Mereka memiliki karaterisitik, anggotanya adalah karwayan atau pegawai perusahaan ini bersifat homogen. Sisi manfaat ini adalah punya tingkat keamanan lumaya tinggi, dan administrasi yang baik,” tambahnya. (tety)

Leave a Comment