4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual Kesra

Rumah Pintar Sohib Sandy Bangun Konsep Pendidikan Humanis

DEPOK (Pos Sore) — Fenomena anak putus sekolah, biaya pendidikan mahal dan tingginya pengangguran menjadi masalah sosial yang tidak pernah habis dibahas. Hal ini membangkitkan kepedulian baik dari perseorangan maupun lembaga termasuk Rumah Pintar Sandy di Depok, Jawa Barat.

Lembaga yang konsen di bidang Pendidikan dan Pelatihan anak tidak mampu, anak anak Yatim dan Pengembangan Potensi ini hadir menyuarakan aspirasi yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu Rumah Pintar Sohib Sandy di bawah naungan Yayasan Jaya Nusantara Mandiri ini peduli akan generasi muda. Di sini, mereka akan merekrut peserta didik yang tidak mampu, putus sekolah dengan menyelenggarakan paket A, B dan C.

Rumah belajar ini sepenuhnya didukung oleh Yayasan Al Husna Madania. Para pelajar nantinya akan diajarkan ilmu keislaman yang menekankan pendidikan agama, pengetahuan umum, karakter, juga cinta tanah air sebagaimana yang digariskan kurikulum umumnya.

Tepatnya pada 18 Februari 2018 menjadi momentum yang sangat berharga. Rumah Pintar Sohib Sandy resmi dibuka, yang dihadiri banyak tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.

Di antaranya, Organisasi Keagamaan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok KH. Raden Salamun Adiningrat, Rektor STIE Al Husnayain KH. Fathur Wakhmad, dan Organisasi Masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR) Banteng Raiders 0371 Bang Egy.

Hadir pula Sepuh Pembina Perguruan Pusat Pengsimatoga Bang Yadi Khairudin, Ketua Umum Pengsimatoga Ramdani Boy Haerudin, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), Perempuan Bangsa Heni Latifah Sari, dan Komandan Banser Kota Depok Ust. Mustain

Pembukaan diawali dengan aktraksi adat khas Betawi berupa Palang Pintu dan atraksi Silat dari Pengsimatoga. Para peserta didik, undangan dan partisipan yang hadir begitu antusias menyaksikan penampilan tersebut.

Kehadiran mereka sebagai bukti dukungan terhadap gerakan masyarakat peduli terhadap pendidikan. Terlebih Rumah Pintar ini diminati dan dikelola oleh kalangan anak muda yang berbakat, memiliki kepedulian dan mempunyai semangat memperjuangkan pendidikan, terutama di kalangan masyarakat yang kurang mampu.

“Kami yakin tujuan mulia ini akan berhasil karena didasari satu keadaan yang sama, tujuan yang sama dan pencapaian yang sama, bahwa Warga Depok tidak boleh lagi ada yang tidak sekolah dan tidak mempunyai ijazah,” ujar Sandy pencetus Gerakan Rumah Pintar Sohib Sandy.

“Atas dasar itulah kami membentuk Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Rumah Pintar Sohib Sandy yang kemudian dinaungi oleh Yayasan Jaya Nusantara Mandiri dimana bekerja sama dengan Yayasan Al Husna Madania,” tambahnya.

Sebagai bukti nyata dan rasa syukur kepada Allah SWT saat dibukanya Rumah Pintar Sohib Sandy sudah banyak sekali yang mendaftar. Menurut laporan yang didapat untuk gelombang pertama dan sudah diajukan ke tingkat Provinsi Jawa barat sebanyak 89 orang yang mendaftar.

“Masing-masing ada yang mengikuti Paket A, B, C. Selain paket sekolah juga membuka kelas kuliah atau sekolah tinggi gratis untuk masyarakat miskin,” tambah Sandy.

Bagaimana teknis dan metodenya? Untuk Sekolah itu sendiri sudah disiapkan tempat di beberapa titik sesuai dengan domisili para peserta. Wilayah yang sudah disiapkan adalah Pengasinan, Bojong Sari, Sawangan, Bedahan, dan Pasir Putih.

“Kami berharap gerakkan ini bukan hanya menggugah masyarakat akan tetapi juga membuka mata pemerintah Kota, bahwa di tengah modernnya kota masih ada warganya yang membutuhkan pendidikan,” harap Sandy. (tety)

Leave a Comment