04/05/2026
Aktual

Rumah Makan yang Tersertifikasi GGL Masuk Google Maps

JAKARTA (Pos Sore) — Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sertifikasi kepada rumah makan yang sudah membatasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam menu masakannya. Nantinya, rumah makan ini masuk ke dalam google maps sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mencari makanan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr R Koesmedi Priharto SpOT M Kes, mengatakan, terobosan itu dibuat agar warganya yang menderita penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker, menurun. Langkah preventif itu dilakukan juga karena JKN lebih mengutamakan kuratif.

“Meningkatnya jumlah penyakit tidak menular itu karena pola makan yang tidak sehat. Masakannya kelebihan kandungan GGL yang memicu menderita penyakit tidak menular itu,” katanya di sela program edukasi Cermati Konsumsi GGL dan Baca Label Kemasan Makanan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (5/2).

Untuk langkah awal ada empat kawasan di DKI Jakarta yang akan dirambah, yaitu Melawai, Blok S, dan Kebon Sirih. Anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak dalam sehari, yaitu gula empat sendok makan (50 gram), garam satu sendok teh (5 gram), dan lemak lima sendok makan minyak (67 gram) atau disingkat dengan ‘G4 G1 L5’.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sendiri sampai saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
Dalam jumlah yang berlebihan, natrium yang terkandung di dalam garam dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi yang berakibat stroke.

Karena itu, sangat penting untuk membatasi konsumsi garam harian agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut. “Asupan garam per orang per hari hanya boleh 2000 mg natrium atau setara dengan satu sendok teh saja,” jelasnya.

Untuk yang sudah menderita tekanan darah tinggi, diabetes, atau berusia di atas 51 tahun, asupan garam per hari juga harus lebih sedikit. Per harinya harus kurang dari 1500 mg. (tety)

Leave a Comment