06/05/2026
Aktual

Rudiantara, Profesional Andalan Jokowi di Kabinet

JAKARTA (Pos Sore) — Namanya muncul dan hilang dalam list, dua hari jelang pengumuman kabinet Jokowi-JK. Bersama Gatot S. Dewabroto, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Dirut RRI, Rosarita Niken, Rudiantara jadi kandidat yang tak disangka-sangka akan dipilih presiden.

Namun dengan pertimbangan kepiawaiannya serta profesionalitasnya di dunia telekomunikasi, Presiden Joko Widodo menetapkan Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Jokowi berharap RA, sapaan Rudiantara, bisa menentukan masa depan industri teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di Indonesia kedepan. “Beliau CEO profesional yang telah memajukan sektor teknologi informasi publik di Indonesia,” ujar Joko Widodo ketika mengumumkan nama menteri kabinetnya, Minggu sore.

“Beliau CEO profesional yang telah memajukan sektor teknologi informasi publik di Indonesia.”

Rudiantara sudah malang-melintang di industri telekomunikasi sejak 1986 setelah menyelesaikan studi di Universitas Padjajaran, Bandung. Karirnya dimulai dengan bekerja di perusahaan telekomunikasi Indosat lalu menduduki posisi penting lain di Telkomsel dan XL Axiata (Excelcomindo Pratama) hingga 2006.

Sempat keluar dari industri telekomunikasi dengan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Semen Gresik dan Wakil Direktur Utama PT PLN (persero), pria kelahiran Bogor, 3 Mei 1959 ini berlabuh kembali ke industri telekomunikasi sebagai komisaris di Telkom. Kini, Rudiantara duduk sebagai komisaris di Indosat dan beberapa jabatan lainnya.

“Dia mengerti teknologi sehingga tidak akan gamang dalam mengambil keputusan.”

Total dengan profesionalitasnya, demikian RA dimata rekan Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli. Menurut Alex, RA punya filosofi yang sama dengan Presiden Jokowi. “Dia mengerti teknologi sehingga tidak akan gamang dalam mengambil keputusan,” ujar dia.

Dalam beberapa tahun kedepan, Menkominfo baru akan berhadapan dengan segudang masalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) soal infrastruktur telekomunikasi yang tertinggal dari negara lain, terutama Indonesia bagian timur.

Harapan besar berada di pundak RA. Bagi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), adanya RA di kabinet akan memberi warna yang jelas untuk membuat kebijakan yang terarah. Ketua Umum Mastel Setyanto P. Sentosa menilai latar belakang yang dimiliki RA seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memberi visi yang jelas, iklim yang nyaman, dan regulasi serta kebijakan yang terarah.

“Kepribadiannya, cocok untuk menjadi seorang pemimpin baik dalam industri, maupun pemerintahan. Beliau akan tahu kebijakan yang terbaik untuk telekomunikasi di Indonesia,” kata Setyanto.

Nama Rudiantara lama meniti karir di perusahaan telekomunikasi pelat merah semisal PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Tapi, sejatinya ia mengawali karir di Indosat, tepatnya sejak 1986. Sembilan tahun kemudian menduduki jabatan direktur di Telkomsel. Setelah itu ia masuk jajaran direksi Excelcomindo Pratama (kini XL Axiata) sebagai Direktur Corporate Affair mulai 1997-2006.

RA pun pernah menjabat sebagai Wakil Dirut PLN dan Wakil Dirut Semen Gresik periode 2006-2010. Pada 2011-2012, ia menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit Telkom. Selepas jabatan itu, ia mengisi kursi komisaris Telekomunikasi Indonesia Tbk, Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (2011), CEO Bukitasam Transpacific Railways, dan CEO Transpacific Railways Infrastructure (TRI).(fent)

1 comment

Leave a Comment