05/05/2026
Aktual

RS Jantung Diagram Cinere Perkenalkan Teknologi Atasi Nyeri Tanpa Operasi

DEPOK (Pos Sore) – Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere memperkenalkan teknologi atasi nyeri tanpa operasi. Dengan teknologi ini, pasien akan diberikan obat-obatan langsung ke target terapi sehingga meminilkan efek samping, dibandingkan jika diberikan secara sistemik atau dengan obat minum.

“Keuntungan lain karena prosedurnya yang minimal invasif tanpa menggunakan pisau bedah, maka perlukaan jaringan tidak terjadi sehingga tidak ada problem nyeri pasca tindakan.

Prosedur dilakukan dengan tuntunan fluoroskopi sinar x-ray atau menggunakan ultrasonografi, pasien akan aman ditangani,” kata Spesialis dr. Stefanus Taofik, Sp.An, M.Biomed, dalam media gathering RS Jantung Diagram, Selasa (29/3).

Ia mengatakan, seiring dengan peningkatan taraf kehidupan dan status kesehatan masyarakat, problem kesehatan yang dijumpai telah bergeser dari problem infeksi ke degeneratif.

Salah satu keluhan yang seringkali muncul adalah nyeri. Problem nyeri mendominasi hampir 70% dari keluhan pasien yang masuk ke unit gawat darurat ataupun rawat jalan.

Nyeri dibagi menjadi dua bagian besar yaitu nyeri akut dan kronis. Problem nyeri akut umumnya dijumpai di unit gawat darurat yaitu nyeri pasca kecelakaan atau nyeri pasca operasi. Sedangkan nyeri kronik lebih kompleks daripada nyeri akut karena sudah melibatkan faktor psikologis dan mengganggu aktifitas sehari hari.

Penanganan nyeri akut dapat dilakukan lebih cepat dengan obat obatan atau terapi fisik. Sebaliknya pada problem nyeri kronis seringkali pemberian obat obatan menimbulkan masalah baru seperti efek samping obat ataupun interaksi antara obat satu dengan lainnya.

“Nyeri menyangkut inervasi atau persarafan dan inflamasi atau peradangan, sehingga terapi nyeri secara garis besar adalah mengatasi kedua hal tersebut. Selain dengan pemberian obat-obatan, dapat dilakukan dengan modalitas fisik seperti operasi atau prosedur minimal invasif,” paparnya.

Menurut dr. Poppy Chandradewi, M.Sc, Sp.S, untuk dilakukan operasi masing-masing penyakit memiliki kriterianya sendiri. Seringkali masalah yang muncul adalah pasca operasi yang akan menimbulkan masalah baru yaitu nyeri akut yang dapat menjadi kronis jika tidak ditangani dengan baik. Nyeri akut ini diakibatkan oleh perlukaan dan kerusakan jaringan saat dilakukan operasi.

Salah satu problem yang sering dijumpai adalah nyeri pada sendi lutut. Nyeri pada sendi lutut biasanya diakibatkan oleh Rheumatoid Arthritis yang bersifat sistemik akibat dari autoimun atau Osteo Arthritis yang disebabkan oleh faktor local tulang sendi dan otot sekitar.

“OA dapat ditangani dengan terapi nyeri intervensi dengan memanipulasi persarafan yang mempersarafi lutut dan memberikan obat-obatan langsung ke sendi lutut untuk meredakan peradangan yang ada sehingga masalah dapat teratasi tanpa tanpa operasi,” jelasnya.

Namun tentu saja terapi ini tidaklah dapat diterapkan untuk semua kasus. Pada kasus dengan gangguan gerak setelah dilakukan tindakan akan diarahkan untuk dilakukan fisioterapi guna melatih otot yang sudah lama tidak digunakan dan relaksasi otot yang kaku.

“Fisioterapi seringkali gagal jika dilakukan sebelum tindakan karena pasien pada umumnya enggan melakukan latihan karena nyeri saat digerakkan,” tambahnya.

Di samping itu, penanganan nyeri haruslah komprehensif dan holistik dengan melihat faktor pencetus dari nyeri tersebut, seperti cara melakukan aktifitas yang salah seperti menekuk lutut secara berlebihan ataupun otot-otot tungkai yang tidak terlatih ditambah dengan berat badan berlebih yang membuat sendi lutut bekerja lebih berat.

Dengan hilangnya nyeri pasien dapat berolahraga untuk mengurangi berat badan sehingga masalah tidak akan timbul lagi. (tety)

Leave a Comment