5.7 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

Road Map Pengembangan Industri Otomotif Tak Capai Sasaran

JAKARTA (Pos Sore) –Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegarjito mengungkapkan, road map pengembangan industri otomotif tidak mencapai sasaran akibat tidak didukung kebijakan yang sifatnya operasional.

“Kami butuh kebijakan operasional temporary untuk menangani penjualan domestik.Karena saat ini penjualan makin menurun. Besok pagi Gaikindo akan kedatangan tamu dari Pemda Sulawesi Selalan membicarakan tentang penurunan penjualan di sana karena ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah mereka.”

Menurutnya, krisis ekonomi pada 2015 yang tidak menguntungkan ditambah lagi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tahun lalu, berdampak pada penurunan penjualan kendaraan rata-rata 18 persen.

Sebagai gambaran, katanya, pada akhir 2015 ini, nilai produksi kendaraan mencapai 1,6 juta unit dengan penjualan mencapai 1,2 juta unit serta ekspor mencapai 386 unit per tahun. Sayangnya, kondisi ini tidak bisa dicapai akibat krisis ekonomi serta daya daya beli yang menurun.

Sementara, katanya, sesuai road map pengembangan industri otomotif hingga 2020 pemerintah menargetkan pencapaian produksi hingga 2,6 juta dengan volume penjualan mencapai 1,6 juta dengan volume ekspor mencapai 622 unit per tahun.

“Kami butuh kebijakan operasional temporary untuk menangani penjualan domestik.Karena saat ini penjualan makin menurun. Besok pagi Gaikindo akan kedatangan tamu dari Pemda Sulawesi Selalan membicarakan tentang penurunan penjualan di sana karena ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah mereka.”

Dengan kondisi saat ini,katanya, Gakindo tidak bisa muluk-muluk dan hanya berani memperkirakan penjualan dometik 2015 hanya sekitar 1 juta saja (turun 18 persen) dan volume produksi sekitar 1,1 juta unit (turun 15 persen) dibanding tahun lalu. “Saya berharap dengan adanya Focus Group Discussion (FGD) oleh Forwin,bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.”

Gaikindo dalam hal ini, meminta  4 masukan dari pemerintah dalam mengatasi kondisi pasar yang melesu saat ini dintaranya, peningkatan pasar domestik dan ekspor. Kedua, masukan menarik investasi industri komponen yang selama ini lambat masuknya. Ke tiga,kebijakan untuk transfer teknologi dan pengembangan riset dan R&D Center. Serta peningkatan daya saing dalam bentuk insentif perpajakan.

Karena, katanya, tantangan di era perdagangan masyaakat Asean (MEA), tidak mudah melakukan pendalaman struktur industri dan alih teknologi.Bahan baku untuk industri komponen masih impor  serta pilihan jenis kendaraan yang dibutuhkan pasar Indonesia.

Untuk itu, Gaikindo juga mengusulkan agar penanganan masalah dalam menghadapi MEA lebih terkoordinir, semua jenia infrastuktur harus di upgrade.

Menanggapi hal ini, Dirjen Industri Logam Mesin Logam Dan Elektronik ( Ilmate), I Gusti Putu Suryawiryawan, mengungkapkan, sesuai road map pengembangan industri otomotif hingga 2020, akan lebih fokus pada pengembangan sedan kecil.Tentunya, harapannya kebijakan ini bisa menambah kekuatan di pasar lokal ditambah memperkuat industri komponen di dalam negeri.

Tentunya,kata dia, tetap dibutuhkan insentif  perpajakan khususnya industri kreatif (tidak modern) tetapi dibutuhkan dan mampu memenuhi kebutuhan industri otomotif.

Idealnya, menurut Putu, ke depan mesin dan transmisi di bangun di dalam negeri serta pembangunan otomotif center. “Jadi, kita tidak hanya mampu membuat body dan assesories saja.” Pengembangan industri komponen harus prioritas setidaknya kita harus punya balai besar otomotif.”(fitri)

Leave a Comment