JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Sosial, Khofifah Indar, mengakui minat warga sebagai pekerja migran di luar negeri begitu tinggi. Karenanya, perlu revitalisasi regulas supaya, para pekerja migran tidak mermodalkan tenaga kerja saja, melainkan dibekali sebagai keterampilan.
“Meski hal ini wacana lama, tapi harus tetap digaungkan kembali mengingat kebanyakan deportasi dilakukan karena pekerja migran Indonesia kurang terampil dan tidak bisa bersaing dengan tenaga asing,” kata mensos saat mengunjungi Rumah Perlindungan Trauma Center Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (26/12). Kunjungannya ini terkait ditempatkannya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang baru dipulangkan dari Malaysia.
Ia mengakui derasnya arus deportasi terhadap pekerja migran Indonesia membuat kementerian yang dipimpinnya kewalahan. Sampai akhir Desember 2014, sudah lebih dari 20 ribu pekerja Indonesia yang dipulangkan karena bermasalah, sedangkan anggaran yang tersedia hanya untuk 5 ribu pekerja.
“Hutang kepada pihak perhubungan, seperti kepada PT Pelni dan Damri sudah mencapai dua miliar rupiah, Persoalan tersebut akan segera ditangani, mengingat pekerjaan memulangkan pekerja migran bukan urusan Kemsos saja, melainkan lintas kementerian dan lembaga,” katanya.
Sedangkan Kementerian Sosial sepanjang tahun 2014 memulangkan lebih dari 20.000 TKI ilegal. Utang Kemensos pun menumpuk sampai Rp 23 miliar. Perihal hutang ini sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi.
Mensos memperkirakan ada 1,8 juta pekerja migran yang menghadapi kasus overstay di berbagai negara pemberi kerja. Kasus deportasi paling banyak dilakukan Malaysia lewat pelabuhan Tanjung Pinang.
“Bahkan di penghujung 2014 ini setiap bulan kita memulangkan sampai 3500 orang pekerja migran dari Malaysia,” kata Khofifah.
Kementeriannya, kata Khofifah, tengah memberikan therapy healing bagi pekerja migran yang mengalami depresi, korban tindakan kekerasan, melakukan amoral, terlibat kejahatan berat, melewati izi tinggal, serta pelanggaran kelengkapan dokumen.
Koordinator Rumah Perlindungan dan Trauma Center Kemsos, Isni Nur Aini mengatakan, ada ratusan pekerja migran asal Lampung, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang baru beberapa hari ini dipulangkan pemerintah. Mereka akan ditampung di RPTC sambi menunggu dipulangkan ke kampung halamannya.
“Paling lama dua minggu mereka di sini. Biaya makan dan sandang pangan ditanggung pemerintah,” kata Isni.
Rencananya Kemsos juga akan memberikan paket bantuan usaha bagi pekerja migran yang tidak mau kembali ke luar negeri. Ada bantuan dalam bentuk kelompok usaha bersama (KUBE) sebesar Rp 20 juta per kelompok. (tety)
