30/04/2026
AktualEkonomi

Proposal Earth Friendly Bag FE Unkris Raih Dana Hibah P2WK 2023

Wakil Rektor 3 Dr Parbuntian Sinaga menyerahkan dana hibah kepada Tim Mahasiswa FE Universitas Krisnadwipayana.
.

JAKARTA (Possore.id) — Proposal berjudul Earth Friendly Bag yang disusun Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (Unkris) meraih dana hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2023.

P2MW adalah program yang digagas Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tim mahasiswa FE Unkris yang terdiri dari Aini Majid, Haudia Ilma Zahra, Teni Wahyuni, dan Gizella Irma Julliatri berhasil mendapatkan bantuan pendanaan senilai Rp14 juta.

Penyerahan dana hibah dilakukan oleh Wakil Rektor 3 Dr Parbuntian Sinaga, disaksikan oleh Warek 1 Dr. Ismail Razak, Warek 2 Dr. H. Suwanda, Rabu 2 Agustus 2023.

Disaksikan pula oleh Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) Dr Susetya Herawati yang juga Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), Wakil Dekan 1 FE Dr. Harry Indra, dan Ketua Prodi Manajeman Dr. Fajar Cahyo Utomo.

Dosen pembimbing P2MW Frederick Tiagita Purba BW, SE, MM, staf LPKK Aprianta S Tanto, dan Ketua BEM Pier Alexander L juga ikut menjadi saksi atas momen yang membahagiakan itu.

Warek 3 Dr Parbuntian menyampaikan ucapan selamat dan bangga kepada empat mahasiswa yang lolos program pendanaan wirausaha P2MW 2023.

Menurutnya, P2MW adalah program yang cukup bergengsi karena kompetisinya begitu ketat. Terlebih program ini bertujuan mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa tersebut merupakan

Tidak mudah untuk bisa lolos program pendanaan P2MW mengingat peminatnya mencapai ribuan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Karena itu, sekali lagi selamat kepada para mahasiswa yang berhasil lolos tahun ini,” katanya bangga yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.

Mewakili pimpinan universitas, Warek 3 juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras kalian sehingga terpilih dalam program P2MW.

Lolosnya tim mahasiswa Unkris dalam P2MW ini, lanjut Parbuntian, menjadi salah satu bukti bahwa mindseat entrepreneur mahasiswa Unkris sudah terasah dengan baik.

Mereka bisa membaca potensi wirausaha yang ada di sekitar untuk dijadikan sebagai peluang bisnis.

“Ini merupakan permulaan yang baik untuk menjadi seorang entrepreneur. Yakni bisa membaca peluang, bisa merencanakan dan pada akhirnya bisa memproduksi dan memasarkan,” tegasnya.

Warek 3 berharap apa yang diraih oleh tim mahasiswa FE ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain termasuk mereka yang berasal dari fakultas di luar FE.

“Kami undang ketua BEM agar apa yang diperoleh tim ini bisa dishare ke mahasiswa lain,” tambahnya.

Mahasiswa Unkris sendiri sudah berkali-kali lolos dalam program serupa dan meraih dana hibah kewirausahaan. Sebut saja program Kuliah Kewirausahaan Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), juga hibah dari Pemkot Bekasi.

Pada kesempatan yang sama Warek 1 Unkris Dr Ismail Razak mengungkapkan, program P2MW bisa diikuti oleh semua mahasiswa, tidak harus dari Fakultas Ekonomi.

Melalui program ini diharapkan dapat mendukung penguatan jiwa wirausaha mahasiswa, mengingat tingkat entrepreneur penduduk Indonesia masih cukup rendah.

Menjadi wirausaha terus dipacu oleh Unkris dengan berbagai upaya. Intinya, Unkris mendorong mahasiswa tidak hanya berburu ijazah.

“Tetapi juga mengasah potensi wirausaha yang dimiliki dengan pendampingan dan bimbingan dosen,” tegasnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen Dr Fajar Cahyo Utomo mengatakan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa, Unkris melakukan berbagai strategi.

Di antaranya dengan menugaskan mahasiswa menyusun proposal bisnis dan mempresentasikannya secara tim.

“Dosen memilih tim yang dianggap idenya paling kreatif dan inovatif untuk kemudian dibina,” jelasnya.

Proposal bisnis berjudul Earth Friendly Bag itu sendiri masuk dalam kategori usaha produksi/budidaya.

Bisnis ini menggarap potensi penggunaan totebag sebagai pengganti tas plastik yang digunakan oleh masyarakat saat berbelanja.

Mengambil latar belakang kasus pencemaran sampah kantong plastik yang merusak lingkungan.

Tim mahasiswa Unkris akhirnya berhasil meyakinkan tim juri bahwa bisnis totebag memiliki nilai tambah dan menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Peluang ini terlihat dari semakin tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya pencemaran kantong plastik.

Selain itu, didukung oleh kebijakan pemerintah untuk melarang penggunaan kantong plastik pada toko ritel dan toko modern.

Namun, bagaimana totebag ini dapat berfungsi ganda sebagai wadah belanjaan sekaligus produk yang fashionable, maka menghadirkan totebag dengan desain yang unik dan cantik akan menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam proposal tersebut, tim mahasiswa Unkris tidak hanya menguraikan potensi pasar yang ada. Kendala yang dihadapi, kompetitor dan strategi marketing yang memanfaatkan teknologi digital juga diuraikan dalam proposal.

Leave a Comment