22 C
New York
24/04/2026
AktualNasionalPendidikan

Prof Gayus Lumbuun Ingatkan Wisudawan Unkris Harus Semakin Kreatif Hadapi Perubahan Dunia

BOGOR (Possore.id) — Ketua Senat Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Prof Gayus Lumbuun memberikan arahan kepada 1418 lulusan program sarjana, program magister dan program doktor  (Unkris) yang diwisuda, Rabu 7 Juni 2023, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Prof Gayus mengingatkan para wisudawan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat. Setidaknya ditandai dengan revolusi industri 4.0. Karena itu, para sarjana dituntut harus semakin kreatif.

“Bukan tidak mungkin banyak pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia, akan digantikan oleh teknologi mesin yang hasilnya lebih cepat dan lebih berkualitas,” kata Prof Gayus dalam wisuda bertema “Membangun Riset dan Pengabdian Menuju Unkris yang Unggul” tersebut.

Diperkirakan setidaknya 5 juta orang akan kehilangan pekerjaan akibat otomasi. Hal ini menuntut kita terus mengembangkan terobosan-terobosan baru atau kreatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Prof Gayus mengingatkan revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang memberikan tantangan dan peluang, termasuk bagi generasi milenial.

Dikatakan, perubahan terjadi begitu cepat akibat disrupsi. Saat ini, Indonesia mengalami dua disrupsi yang luar biasa. Pertama, di bidang teknologi karena revolusi industri 4.0.

Kedua, gaya hidup karena adanya perubahan generasi yang menyebabkan perubahan gaya hidup termasuk akibat atau dampak dari pandemi covid 19.

Tren perkembangan teknologi juga telah bergeser sehingga perusahaan teknologi digital merajai ekosistem dan ekonomi dunia. Perubahan-perubahan tersebut, sangat berdampak pada generasi milenial.

“Di era ini semua orang terbuka peluang untuk menjadi pengusaha karena kemajuan teknologi. Peluang menjadi pengusaha ini penting, karena lapangan pekerjaan menjadi semakin berkurang akibat kemajuan teknologi,” tambahnya.

Para lulusan perguruan tinggi, lanjut Prof Gayus, perlu melakukan perubahan paradigma berpikir. Bila sebelum era digital, untuk menjadi pemenang hanya perlu lebih efisien dan produktif, maka pada era sekarang perlu diperkuat dengan inovasi, kreativitas, serta enterpreneurship.

Prof Gayus juga meminta agar para lulusan Unkris untuk tetap menjadi manusia pembelajar. Kegiatan belajar tidak lagi berlangsung di ruang kelas, tetapi belajar dari ruang kerja yang nyata di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam era disrupsi saat ini, menurut Prof Gayus, para sarjana harus terus mengembangkan soft skill yang sangat strategis.

Seperti kemampuan membangun jaringan (networking) dengan berbagai pihak, kemampuan penyesuaian diri untuk bekerja dan berpikir interdisipliner.

Selain itu, kebiasaan membagi data dan informasi sebab pada masa sekarang danakan datang memiliki peran yang sangat penting, baik dalam tugas-tugas di pemerintahan maupun di sektor swasta/usaha.

Para wisudawan tidak perlu berkecil hati untuk menatap masa depan. “Kuatkanlah kepercayaan kalian dan teruslah optimis dalam menghadapi perkembangan dan dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Membangun riset dan pengabdian

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, memberikan keynote speech dalam wisuda program sarjana ke-62, program magister ke-26 dan program doktor ke-10 tersebut.

Orasi ilmiah berjudul “Membangun Riset dan Pengabdian Menuju Unkris Unggul Melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Indonesia dalam Tridarma Perguruan Tinggi”.

Jend TNI Dudung yang juga alumni Unkris program sarjana mengatakan wisuda adalah langkah untuk memasuki gerbang pengabdian yang baru dalam melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi.

Salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat luas. Karena itu, para wisudawan hendaknya menyiapkan diri dengan sebaik mungkin, berbekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari Unkris.

“Bekal yang didapat selama kuliah, dapat dikembangkan secara lebih maksimal agar memiliki nilai tambah. Tidak hanya untuk diri sendiri tetapi yang lebih penting lagi adalah mendorong kemajuan bangsa,” kata Kasad.

Ia mengingatkan sebagai lulusan perguruan tinggi, alumni Unkris merupakan bagian dari generasi pemikir. Generasi ini menjadi pilar penting dan berperan besar dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maju mundurnya suatu bangsa sedikit banyak ditentukan oleh pemikiran dan kontribusi aktif para cendekiawan yang digadang-gadang sebagai agen perubagan (agent of change).

Kasad menyampaikan, saat ini pada tataran global pendidikan memiliki peran yang signifikan untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, menjadikan SDM Indonesia lebih berkualitas merupakan kunci penting untuk bisa memenangkan kompetisi atau persaingan di tingkat global.

Ia juga mengingatkan perubahan gaya hidup akibat globalisasi, asimilasi dan terpaan budaya asing yang terus menerus berdampak pada menurunnya kesadaran sebagian masyarakat akan jati diri bangsa Indonesia yakni Pancasila.

Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar sesama misalnya, jika dibiarkan terus pada akhirnya dapat menimbulkan ekses tidak peduli dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengaruh globalisasi terhadap nilai nasionalisme sangat terasa bahkan mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.

“Sehingga tidak menutup kemungkinan rasa nasionalisme warga negara akan runtuh, sikap dan pandangan terhadap ideologi Pancasila akan berubah,” tegasnya.

Menurut Kasad, bidang akademik memiliki peran yang vital dan sangat penting dalam upaya membendung ekses negatif dari pengaruh globalisasi tersebut

Melalui bidang akademik, pengaruh globalisasi bisa dibendung dengan cara revitalisasi wawasan dan karakter kebangsaaan di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono, dalam sambutannya, mengatakan Unkris melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) berusaha meningkatkan kegiatan penelitian bagi dosen-dosen.

Langkah itu sebagai upaya memacu para dosen untuk melakukan penelitian tidak hanya dalam rangka meningkatkan kapasitas individual sebagai akademisi tetapi juga membawa Unkris lebih melangkah ke depan.

“Di samping memberikan wawasan, pembekalan pemikiran dosen sebagai seorang peneliti, dengan harapan dosen-dosen Unkris dapat bersaing dalam kompetisi hibah penelitian,” katanya.

Unkris melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat juga telah melakukan berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU).

Rektor mengatakan mendukung transformasi pendidikan tinggi sebagaimana dicanangkan Mendikbudristek. Unkris telah mengikuti fasilitasi rintisan Kerjasama Luar Negeri LLDIKTI III ke Uzbekistan.

Selain itu, Unkris telah menjalin Kerjasama dengan berbagai pihak baik antar perguruan tinggi, dunia usaha dunia industry, instansi pemerintah, Pemda dan lembaga-lembaga lainnya.

Ketua Penyelenggara Wisuda Dr Parbuntian Sinaga mengatakan wisuda kali ini diikuti 1.418 wisudawan yang terdiri atas 1.193 orang program sarjana, 219 orang program magister dan 6 orang program doktor.

Ikut hadir Ketua Yayasan Unkris Amir Karyatin dan jajarannya, Rektor dan jajarannya, serta Plt Kepala LLDIKTI wilayah 3 Lukman, ST.

Leave a Comment