JAKARTA (Pos Sore) — Presidium KAHMI (Korps Alumni HMI) yang juga Founder KAHMIPreneur, Kamrusammad, berharap pemerintah lebih peduli untuk cepat memulihkan kondisi bencana gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ia berharap acara penutupan perhelatan Asian Games 2018 yang saat ini berlangsung di Jakarta dan Palembang, tidak dilakukan secara mewah. Menurutnya, lebih baik dilakukan secara sederhana saja agar dananya bisa dialihkan membantu korban bencana Lombok.
Dalam kesempatan tersebut, Samad menghimbau kepada semua pihak dan meminta kepada pemerintah, agar acara penutupan Asian Games nanti dilakukan secara mewah yang bisa memakan dana miliaran rupiah.
“Penutupan cukup dilakukan sederhana saja, supaya dananya bisa dialihkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menderita akibat gemba di Lombok,” tandasnya di sela Konser Musik Kemanusian Peduli Lombok yang diadakan organisasi tersebut, di Jakarta, Minggu (26/8).
Ia mengungkapkan, pada pembukaan Asian Games saja, Indonesia menghabiskan dana sekitar Rp685 miliar. Jumlah yang cukup besar. Karenanya, ia berharap biaya penutupan event 4 tahunan itu bisa ditekan agar dana tersebut bisa dialihkan untuk Lombok.
Budayawan Betawi Ridwan Saidi, yang juga Dewan Penasihat KAHMI, menambahkan, pemerintah tidak menyatakan bencana gempa Lombok sebagai bencana nasional karena pemerintah tidak punya uang.
“Kita sudah tahu lama kalau pemerintah itu bokek. Tapi yang penting kan nyatakan saja dulu itu bencana nasional, nanti kita dan semua pihak bergotong royong memberikan bantuan,” tandasnya.
Ia menyatakan keheranannya bencana Lombok tidak dinyatakan sebagai bencana nasional, padahal Lombok sudah berkali-kali terkena gempa. Harus dalam keadaan bagaimana lagi agar bencana Lombok bisa dikatakan bencana nasional. (tety)
