JAKARTA (Pos Sore) — President International Council for Small Business (ICSB) Prof. Ki Chan Kim berkunjung ke Bandung, Jawa Barat. Ia yang didampingi Ketua Asia Council for Small Business Hermawan Kartajaya, berkesempatan menyaksikan perkembangan UKM di kota kembang tersebut.
Di Bandung, President ICSB mengunjungi salah satu eksportir kopi, Morning Glory Coffee. Rencananya eksportir ini akan membuka kafe kopi Indonesia di Korea. Selain itu, Kim juga berkunjung ke Saung Angklung Udjo, yang merupakan produsen kerajinan angklung.
Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat menerima kunjungan President ICSB mengatakan Bandung menerapkan sejumlah kebijakan penting terkait UKM.
Pertama, menghilangkan proses permohonan ijin untuk UKM. UKM hanya perlu melaporkan usahanya. Sejak Januari sudah ada 30.000 UKM yang melapor. Bandung juga telah menerapkan aplikasi teknologi untuk memudahkan pelaku UKM mengajukan izin usaha yang disebut dengan GAMPIL atau Gadged Mobile Application for Licence.
“Dengan aplikasi GAMPIL ini kami ingin membawa budaya inovasi ke dalam birokrasi,” kata Ridwan Kamil saat memaparkan kebijakan UKM di Bandung Command Center, Balai Kota Bandung, Jumat (15/7).
Kedua, memberi pinjaman tanpa jaminan kepada UKM. Dalam program ini Pemkot Bandunh bekerjasama dengan bank. “Telah 10.000 UKM yang diberi pinjaman pada tahun pertama. NPL pada program ini adalah 0,” kata Ridwan Kamil.
Ketiga, mendorong pengembangan UKM melalui online. Pemkot Bandung bekerjasama dengan Tokopedia untuk meng-online-kan Little Bandung. “Ada 16 juta transaksi online yang terjadi. Sebanyak 10 juta transaksi adalah barang Bandung dibeli dan 6 juta transaksi adalah orang Bandung membeli barang,” tambahnya.
Dia mengatakan terkait Little Bandung, saat ini yang sudah berjalan adalah di Paris. Di Malaysia akan berjalan mulai bulan depan.
Di hadapan Kim yang juga warga negara Korea, Ridwan menawarkan Little Bandung di Korea yang juga memberikan servis, tidak hanya display produk.
Hermawan mengatakan pemerintah mengharapkan melalui ACSB dapat memperkuat UKM di Indonesia dengan memperkuat jaringan di tingkat global.
“Sebagai langkah awal dengan Korea, berikutnya mungkin Malaysia karena sudah ada Little Bandung di Malaysia,” jelas Hermawan.
Sementara itu, Direktur Summarecon Agung Tbk. Soegianto Nagaria menyambut baik kerjasama antara Indonesia dan Korea dalam bidang UKM. Summarecon sebagai pihak swasta selama ini selalu mendukung kegiatan unit UKM dengan mengadakan kegiatan yang dapat memasarkan produk mereka.
“Harapannya, sebagai bentuk kerjasama Indonesia dan Korea, kita dapat melakukan hal yang sama terhadap produk UKM Korea nanti, seperti dibuatkan Korean Corner,” kata Soegianto. (tety)
