Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menyampaikan pandangan saat KTT ke-26 ASEAN-RRT, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (06/09)//Foto: mediacenterkttasean 2023)
JAKARTA (Possore.id) — Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas dukungan Republik Korea (RoK) terhadap penyelenggaraan ASEAN-Indo-Pasific-Forum (AIPF). Forum yang menjadi unggulan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 di Jakarta pada 5-7 September 2023 ini merupakan wujud nyata kerja sama inklusif di kawasan.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka KTT ke-24 ASEAN-Republik Korea yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (06/09/2023) pagi.
“Saya mengapresiasi dukungan [Republik Korea] terhadap ASEAN-Indo-Pacific Forum. Ini adalah wujud nyata kerja sama inklusif untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Presiden dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Republik Korea Yoon Suk Yeo dan delegasi tersebut.
Presiden menilai, kemitraan masa depan antara ASEAN dan Republik Korea hanya bisa dicapai jika stabilitas kawasan dapat dijaga serta sikap saling percaya dan keinginan bekerja sama ditingkatkan.
“Kemitraan masa depan hanya akan bisa dicapai jika stabilitas kawasan dijaga, jika tensi dan rivalitas diturunkan, jika strategic trust dipertebal, dan jika habit of cooperation ditingkatkan. Ini merupakan tanggung jawab kita semua yang berada di kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.
Lebih jauh Presiden mengatakan, hubungan kemitraan ASEAN dan Republik Korea sebagai kemitraan masa depan memiliki transisi energi dan transformasi digital sebagai pilar utama.
ASEAN, kata Presiden harus mengurangi 78 persen sumber energi fosil. Di saat yang sama, ASEAN memiliki potensi besar di ekonomi digital di mana dalam satu dekade ke depan, ekonomi digital di ASEAN diperkirakan menyumbang 1 triliun Dolar AS produk domestik bruto (GDP) kawasan.
“Namun, transisi energi dan transformasi digital butuh investasi dan transfer teknologi yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan kemitraan untuk mewujudkannya,” tandas Presiden.
Sebelum membuka KTT ke-24 ASEAN-Republik Korea, Presiden Joko Widodo lebih dulu memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di tempat yang sama (JCC) Rabu pagi (06/09/2023).
Dalam pertemuan yang dihadiri Premier RRT Li Qiang tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kepercayaan guna merealisasikan kerja sama konkret yang saling menguntungkan antara ASEAN dan RRT.
“Trust dan kerja sama konkret inilah yang dapat menjadi positive force bagi stabilitas dan perdamaian kawasan,” ujar Presiden.
Presiden mengatakan, RRT merupakan satu dari empat mitra dialog ASEAN yang berstatus sebagai mitra strategis komprehensif.
“Tahun ini adalah 20 tahun aksesi RRT terhadap Treaty of Amity and Cooperation [Traktat Persahabatan dan Kerja Sama].”
” Kita perlu memaknai semua ini dengan merealisasikan kerja sama konkret yang saling menguntungkan, di mana hal tersebut hanya bisa dilakukan jika kita memiliki trust satu sama lain yang tentu saja harus dibangun dan dipelihara oleh semua pihak,” ucapnya.
Presiden Joko Widodo memimpin seluruh rangkaian pertemuan pada hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta,Rabu (06/09/2023).
Mengawali kegiatannya, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin di Ruang Kakatua, JCC.**
