8.4 C
New York
23/04/2026
Aktual

Presiden Diminta Batalkan Kenaikan Harga BBM

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan, fraksinya lebih memilih mengetuk hati Presiden untuk membatalkan kenaikan BBM subsidi dan mengembalikannya ke harga semula. Bahkan pihaknya yakin permintaan ini akan didengar Jokowi.

“Insyaallah (Jokowi) akan mendengar ini. Kalau Presiden atas permintaan kita membatalkan ini, maka kita tidak perlu bertanya (interpelasi),” kata Muzani.

Jika permintaan ini tidak didengar juga, Muzani menyampaikan tidak tertutup kemungkinan fraksinya akan menggunakan hak konstitusinya, seperti interpelasi, hak angket atau hak menyatakan pendapat.

“Tidak menutup kemungkinan Gerindra menggunakan hak-hak konstitusi. Nanti kita akan pelajari hak apa yang kita pakai. Kalau ternyata minggu depan membatalkan, ya enggak (usah digunakan),” kata dia.

Ya, Fraksi partai Gerindra di DPR resmi menyampaikan sikapnya terkait kenaikan harga BBM subsidi yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Hanya saja Gerindra tidak sekeras PKS, Demokrat, Golkar dan PAN yang akan menggunakan hak konstitusinya seperti interpelasi. Ahmad Muzani menyatakan ingin mengetuk hati Presiden Jokowi agar mau membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM subsidi.

“Gerindra ingin mengetuk hati Presiden Joko Widodo untuk mencabut kebijakan tersebut dan mengembalikan ke harga semula,” kata Muzani.

Gerindra berpandangan sebesar apapu subsidi yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya, itu sudah menjadi tanggung jawab negara dan hak masyarakat. Meskipun subsidi itu dinikmati oleh si miskin maupun orang kaya.

Kenaikan harga BBM subsidi ini menurut Gerindra sudah menimbulkan efek domino bagi masyarakat bahkan sebelum kebijakan diberlakukan. Bahkan setelah diumumkan kenaikan harga, kebutuhan pokok masyarakat langsung melejit. Kondisi ini diyakininya akan berdampak luas kepada masyarakat.

“Nanti barang dan jasa mengalami kenaikan dan akan berakibat pada penurunan daya beli, lesunya pendapatan pemerintah dan memunculkan kemiskinan baru,” jelasnya.

Karena itu Fraksi Gerindra berharap Presiden Jokowi dapat memenuhi janjinya saat kampanye untuk berpihak kepada wong cilik. Bahkan, partai pimpinan Prabowo Subianto itu menyatakan siap mendukung pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.

“Gerindra dengan 73 anggota siap bekerja sama dengan pemerintah,” demikian Ahmad Muzani. (akhir)

Leave a Comment