24/04/2026
Aktual

Prabowo: Pemimpin Penyebar Kebohongan Harusnya Malu

Possore.com — Capres Prabowo Subianto mengatakan menyebarkan kebohongan dan hoax merupakan tindakan yang tidak arif. Prabowo mengingatkan pemimpin yang menyebarkan kebohongan semestinya malu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berorasi dalam HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019). Awalnya Prabowo bercerita tentang makian dan hujatan yang diterima setelah menyebut LRT Palembang, Sumatera Selatan, tidak ekonomis.

“Empat bulan lalu saya katakan LRT yang di Palembang itu tidak ekonomis. Kau tahu, saya dimaki, dihujat. Tapi sekarang data terungkap. Setiap bulan LRT pemeliharaan jauh di atas pemasukan, berarti rakyat harus nombok. Data yang saya terima tolong cek kembali,” kata Prabowo.

Dalam catatan Possore.com, kritik tentang mahalnya biaya pembangunan LRT di Palembang termasuk LRT di Jakarta ini juga pernah menjadi sorotan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres yang masih aktif itu belum lama mengeritik mahalnya biaya pembangunan LRT, yang mencapai Rp500 miliar per kilometer,lalu mempertanyakan kapan modalnya bisa kembali

Prabowo memperkirakan sekitar 25% anggaran negara ‘bocor’. Prabowo menyebut tentang ‘kebocoran’ anggaran negara itu sudah ia hitung dan tulis di bukunya.

“Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor. Bocornya macam-macam,” kata Prabowo saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

Prabowo kemudian menjelaskan penyebabnya. Capres nomor urut 02 itu menyebut kondisi seperti ini terjadi terus-menerus.

“Proyek yang harganya 100 dibilang 150. Itu namanya apa, penggembungan, namanya mark up. Harga 100 dia tulis 150. Bayangkan, jembatan harga 100 ditulis 150. Dan ini terjadi terus-menerus. Kita harus objektif masalah ini sudah jalan lama. Ini harus kita hentikan dan kurangi,” jelasnya.

Perhitungan Prabowo, anggaran negara yang ‘bocor’ mencapai Rp 500 triliun. Dia menuturkan anggaran sebesar itu bisa membangun industri besar di Tanah Air

Capres nomor urut 02 tersebut bicara soal hoax. Ketum Partai Gerindra itu juga menegaskan tujuannya maju di Pilpres 2019.

“Untuk apa ada warga negara sebarkan hoax? Untuk apa? Tidak arif. Pemimpin sebarkan kebohongan, malu. Saya bicara di sini untuk sebarkan kebohongan? Tidak,” ujarnya.

“Saya juga maju untuk menerima tugas sebagai presiden. Saya tidak cari apa-apa. Hina kalau saya cari sesuatu untuk kepentingan pribadi, berkhianat saya ke pendiri bangsa, ke rakyat, ke anak buah yang gugur, ke orang tua, hina, tidak ada,” Prabowo menambahkan.

Prabowo juga meyakini kemampuan timnya. Eks Danjen Kopassus itu berjanji akan memperbaiki kondisi Indonesia.

“Saya maju karena benar-benar yakin bahwa saya dan kawan-kawan dan teman-teman dan tim saya orang-orang seperti Rizal Ramli dan lain-lain kita mengerti dan paham, dan akan lakukan perbaikan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Seperti diketahui, kubu Prabowo-Sandiaga kerap dituding menyebarkan hoax oleh kubu lawan. Capres petahana Joko Widodo pun dalam kampanye menyatakan ada tim sukses yang melakukan propaganda penyebaran hoax ala Rusia. Kubu Prabowo-Sandiaga sudah membantahnya.
(lya)

Sumber: detik.com

Leave a Comment