JAKARTA (Pos Sore) — Hutan rakyat miliki potensi cukup besar dalam sediakan kayu bulat untuk industri kayu pertukangan maupun kayu bakar.
Diungkap Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Hilman Nugroho, luas hutan rakyat mencapai 34,8 juta hektar (ha).
“Untuk P. Jawa luasnya 2,7 juta ha atau berpotensi hasilkan 78,7 juta m3 (meter kubik),” jelas Hilman Nugroho dalam Dialog Dua Mingguan Kehutanan, Senin (21/4).
Sedangkan di luar Jawa, lanjut dia, ada potensi 32,1 juta hektar dengan potensi kayu 912 juta m3.
“Untuk P. Jawa luasnya 2,7 juta ha atau berpotensi hasilkan 78,7 juta m3 (meter kubik).”
Diungkap Hilman, kayu dari hutan rakyat memasok 46,9 persen kebutuhan kayu bulat (log) nasional. “Kedepannya potensi pemenuhan kebutuhan itu terus bertambah.”
Disebutnya, tahun lalu kebutuhan log nasional sebesar 49 juta m3. Hingga kini, kebutuhan nasional itu dipenuhi dari hutan alam 4 juta m3 atau sekitar 8 persen, kayu dari Perhutani 922.123 m3.
“Budidaya menanam masyarakat terus meningkat dan ini memicu juga peningkatan jumlah hutan rakyat termasuk volume kayu yang dihasilkannya.”
Pasokan juga berasal dari hutan tanaman industri 21 juta m3. “Dan sisanya itu 23 juta m3 atau 46,9 persen dari kayu hutan rakyat,” papar Hilman.
Ia menambahkan budidaya menanam masyarakat terus meningkat dan ini memicu juga peningkatan jumlah hutan rakyat termasuk volume kayu yang dihasilkannya.
“Potensi terserapnya kayu hutan rakyat untuk kebutuhan industri sangat besar. Industri membutuhkan banyak kayu. Karenanya, industri menyediakan bibit untuk menanam dimana hasilnya untuk kebutuhan industri,” jelas Hilman. (fent)
