15.8 C
New York
04/05/2026
Aktual

PKPU Kampanye Tb ‘Ketuk 2015 Pintu, Berbagi 2015 Kg Telur’

JAKARTA (Pos Sore) – Masih tingginya angka pasien Tuberculosis (Tb) di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara, mendorong PKPU menggelar kampanye ‘Ketuk 2015 Pintu, Berbagi 2015 Kg Telur’. Ada 27 titik Pos Peduli Tb di dua wilayah yang diamanatkan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan kepada PKPU untuk kendalikan Tb. dalam rangkaian kampanye Hari TB Dunia 2015.

“PKPU dapat menargetkan 2015 kg telur ayam yang terkumpul dari 1 keluarga minimal 1 butir telur untuk pasien TB yang terdata di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Telur yang terkumpul ini akan dibagikan setiap minggu oleh para kader TB,” jelas Ferry Suranto, Healthcare Program Manager PKPU, di sela rangkaian kampanye Hari TB Dunia 2015, di Jakarta, Selasa (24/22).

Dipilihnya telur karena mengandung sumber protein bagus untuk pasien TB. Harganya juga yang lebih ekonomis, mudah didapat, dan bisa diolah dengan beragam cara. Menurutnya, selain obat yang harus dikonsumsi secara terus menerus selama 6 bulan, pasien Tb juga perlu tambahan suplemen dan makanan bergizi lainnya.

“Dengan donasi telur ini diharapkan bisa membantu pasien Tb warga sekitar. Donasi tidak hanya dari perusahaan, donatur tetap, tetapi warga sekitar. Selain memberikan telur bagi pasien Tb, para kader juga akan melakukan penyuluhan Tb dan mendata masyarakat yang memiliki ciri penyakit Tb (suspect). Kalau ada yang dalam pengobatan Tb dikasih telur, kalau ada warga yang memiliki gejala Tb dibawa ke puskesmas,” tambahnya.

Ia mengatakan, masih tingginya angka pasien Tb di wilayah ini karena faktor kemiskinan dan ketidaktahuan. Meski obat Tb diberikan gratis oleh pemerintah, namun untuk pergi ke puskesmas mereka harus mengeluarkan ongkos. Jangankan untuk ongkos, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Ada juga yang pasrah dengan penyakit tersebut dan patah semangat untuk terus mengonsumsi obat.

“Padahal dari 1 pasien ini bisa menularkan lebih dari 10 orang di sekitarnya. Dan, inilah yang perlu kita edukasikan,” tandasnya.

tb1

Walikota Jakarta Timur, Drs. H. Bambang Musyawardana, MM yang meresmikan kampannye itu mengatakan, jumlah penderita Tb di wilayahnya termasuk banyak. Ada sekitar 2.419 suspect dan 578 pasien yang tengah tertangani. Agar penyakit ini tidak menularkan kepada yang lain, pasien Tb harus patuh minum obat selama 6 bulan.

“Karenanya, PMO atau pengawas minum obat sangat dibutuhkan. Bisa keluarga, saudara atau kader. Penanggulangan Tb sesungguhnya tidaklah sulit jika setiap rumah ada ventilasi udara dan dinding kaca agar sinar matahari bisa masuk. Setiap orang di tubuhnya punya kuman Tb apakah nanti berkembang menjadi Tb tergantung daya tahan tubuh yang ditunjang dari makanan bergizi seimbang dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

tb2

Manager Humas PKPU Muhammad Sukismo, menambahkan, PKPU lembaga yang pertama kali menggelar kampanye Tb. Diawali pada 2010 melalui ‘Ketuk 2010 Pintu’. Selama bergerak memberantas Tb, PKPU telah melatih 121 kader Tb di Jakarta Timur, menjaring 2419 pasien suspect dan 578 Case Notification Rate, melatih 500 PMO, melakukan sosialisasi pada ribuan orang, serta menginisiasi pembentukan Kawasan Sadar Tb.

“Sebagai lembaga kemanusia nasional, PKPU ingin terus berpartisipasi membantu pemerintah dalam menanggulangi Tb di Indonesia, terlebih Indonesia peringkat ke-4 dunia untuk penyakit Tb. Kerjasama lintas sektor perlu ditingkatkan agar penanggulangan Tb di Indonesia dapat berjalan optimal,” katanya. (tety)

Leave a Comment