8.8 C
New York
25/04/2026
Ekonomi

PGN Tak Berdaya Tekan Harga Gas Industri

 

BANDUNG (Pos Sore) – Keluhan dunia industri terhadap masih mahalnya harga gas yang dibutuhkan untuk aktifitas produksi yang ditetapkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), hingga sejauh ini belum bisa diatasi. Hal gas yang tidak kompetitif dan jaug lebih mahal berkisar US$9 per mmbtu jaug lebih mahal dibanding  Malaysia yang hanya berkisar US$5 per mmbtu telah menyulitkan kalangan industry bisa bersiang di tengah krisisi ekonomi saat ini.

“Turuan naiknya harga ditentukan pemerintah. Harga dikisaran berapa tentunya kuncinya ada di mereka. Misalkan PGN mengajukan harga sekian, tidak bisa langsung naik, ada menteri yang akan memaantau dan memutuskan.”

Sayangnya, Vice Presiden Corporate Kommunication PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Irwan Andriatmanto menyatakan banyak hal yang menyebabkan harga gas untuk kalangan industry masih mahal. “Hari ini suplai dan demandnya LNG lagi banyaki. Jadi akan ada buyers market. Pasar yang ditentukan oleh pembeli. Kalau suplainya kurang baru PGN membeli dari pasar internasional.

“PGN selama ini melakukan kegiatan usaha yang agak berbeda. Kalau mau dapat uang yang banyak, begitu dapat gas, langsung dijual. Karena PGN juga diwajibkan terus membangun  bangun pipa gas dengan investasi mahal. Kebijakan gas termasuk harga ssaat ini ada dikendali pemerintah.PGN tidak bisa menaikan atau menurunkan harga gas semaunya,” ungkapnya saat berdiskusi dengan Forum Wartawan Industri (Forwin), di Bandung, Jumat-Sabtu (2-3/10).

Jika kalangan industri menuntut adanya penurunan harga gas menurutnya, hal itu tidak bisa diputuskan PGN karena itu menjadi kewenangan pemerintah. Di sisi lain, harga gas domestic sepenuhnya juga ditentukan oleh harga gas internasional. “Turuan naiknya harga ditentukan pemerintah. Harga dikisaran berapa tentunya kuncinya ada di mereka. Misalkan PGN mengajukan harga sekian, tidak bisa langsung naik, ada menteri yang akan memaantau dan memutuskan.”

Kendati demikian,katanya, PGN saat ini terus berupaya mengembangkan jaringan distribusi dan infrasturktur pipa hingga keseluruh Indonesia agar bisa dinikmati masyaralat luas. Setidaknya saa ini telah terbangun pipa sepanjang 12.300 km di wilayah Indonesia. PGN sebagai distributor yang beli gas di pasar internasional juga menjual ke end user sekaligus menjadi transporter.

Menurutnya,hampir 76 persen pipa gas hilir milik PGN sudah terbangun. Hingga Agustus 2015, PGN sudah membangun sepanjang 6.500 km pipa gas. Ini akan terus dikembangkan di wilayah Kalimantan sepanjang 2.700 km, (2300 km jalur laut termasuk jalur darat).Pada tahun ini,katanya, ditargetkan menmabhan jaringan pipa baru sepanjang 490 km yang tersebar di wilayah Jawa. (fitri)

Leave a Comment