20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

Peter Casey a.k.a Abdulmalik Dakwah Lewat Youtube

JAKARTA (Pos Sore) — Berbeda dari kebanyakan orang yang mengaku muslim sejak lahir, sering menunda-nunda waktu salat, tidak demikian bagi Peter Casey.

Pemuda berusia 23 tahun ini selalu menjalankan salat tepat waktu dimanapun ia berada. Tak mencoba menutupi keislamannya yang ia ikrarkan saat berusia 15 tahun, Peter Casey tak sungkan salat di pojokan Starbuck ketika waktu salat tiba.

“Peter casey aka Abdulmalik pun selalu pergi ke masjid setiap hari dengan skateboard-nya. “

Abdulmalik ia pilih menjadi nama baru saja usai bersyahadat. Lulusan Queens College ini dikenal baik di negerinya, Amerika Serikat, maupun dunia internasional setelah pengakuannya memilih Islam tersebar luas di jagat maya.

Tak takut nyawanya terancam pasca tragedi 11 September, ia malah rajin menunjukkan keyakinan barunya di depan publik. Peter casey aka Abdulmalik pun selalu pergi ke masjid setiap hari dengan skateboard-nya.

Pemuda ini pantang menyembunyikan identitas keislamannya. Sebaliknya, ia mengatakan ia berusaha untuk “menantang stereotip dan kesalahpahaman” orang lain di sekitarnya tentang Islam.

Sebagai seorang mualaf yang dibesarkan di pinggiran kota dengan latar belakang Yudeo-Kristen, Casey dibesarkan di pinggiran Long Island oleh ibu yang beragama Yahudi dan ayah Katolik. Ia tumbuh dalam keluarga yang bertolak belakang dalam melihat Nabi Isa Almasih atau Yesus.

“Casey dibesarkan di pinggiran Long Island oleh ibu yang beragama Yahudi dan ayah Katolik. Ia tumbuh dalam keluarga yang bertolak belakang dalam melihat Nabi Isa Almasih atau Yesus.”

Di satu sisi, kekristenan berbicara tentang Yesus (Tuhan) sebagai Allah Putra, Allah Bapa, dan roh Kudus (3 Pribadi tapi Satu/trinitas).

Di sisi lain, Yudaisme (Agama Yahudi) berbicara tentang Yesus sebagai seorang mesias/seorang yang diurapi/juru selamat palsu. “Saya merasa ada dua hal ekstrem di sana, dan saya mempelajari keduanya,” kata Casey.

Pasca-serangan 11 September 2001, pemahaman mulai berubah. Ia berusia 13 tahun saat dua menara kembar WTC itu runtuh. Sejak itu ia rajin mengorek isi ajaran Islam.

Alhasil ia menemukan dalam penelusurannya doktrin yang lebih masuk akal dalam Islam tentang Yesus.  Dia Seorang Nabi, Seorang Pria yang menyampaikan firman Allah. Tidak lebih dari itu.

“Aku sedang mencari agama Yesus dan murid-muridnya. Dan ketika saya mulai belajar tentang Islam, saya seperti:” Ini dia. Ini adalah agama itu,” jelas Casey yang dikutip The New York Times, kala itu. Dua tahun kemudian, pada usia 15 tahun, ia masuk Islam.

“Aku sedang mencari agama Yesus dan murid-muridnya. Dan ketika saya mulai belajar tentang Islam, saya seperti:” Ini dia. Ini adalah agama itu.”

Sejak itu, Ia telah berupaya untuk meluruskan kecurigaan publik AS pada Islam. Tak hanya melalui perbuatan – seperti bersalat di tempat umum dan ramah pada siapa saja — ia juga aktif berdakwah melalui blog-nya yang bertajuk ‘Dawah Addict’.

Tema-tema seperti ‘Muhammad dalam Alkitab’ dan ‘Bagaimana Menjadi Seorang Muslim’ diulasnya tanpa canggung.

Ia bahkan mempunyai saluran/channel You Tube sendiri yang ia pergunakan untuk dakwah dan menyampaikan islam dengan jumlah pendengar yang terus tumbuh dengan 5.000 pelanggan dan hampir setengah juta pengunjung.(fent/eramuslim)

Leave a Comment