JAKARTA (Pos Sore) –Guna menghindari salah tafsir di kalangan masyarakat, Kementerian Perindustrian melalui Biro Humas mengklarifikasi pertumbuhan industri pada periode Januari – September 2014 mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dikarenakan tahun 2014 memasuki tahun politik sehingga para investor mengambil sikap wait and see dan cenderung tidak gencar.
Hal ini dikemukan menanggapi pemberitaan Pos Sore tanggal 22 Desember 2014 dengan judul “Ke Depan Tak Ada Gebrakan, Menteri Hanya Jalankan Program Presiden melalui email yang diterima Selasa, 23/12 yang dianggap tidak benar.
Menyangkut tagline program strategis Kemenperin, Menteri Perindustrian, Saleh Husen menyatakan,menteri Perindustrian diberi tugas untuk melaksanakan Visi Misi Presiden melalui Program Quick Wins Perindustrian yang terdiri atas 7 program prioritas Kementerian Perindustrian.
Antara lain, re-disain road map industrials sejalan dengan Trisakti dan Nawa Cita,hilirisasi hasil tambang ke produk industri,hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agro industry,pembangunan 13 kawasan industri di luar pulau Jawa, melalui kerjasama pemerintah.
Termasuk expo dan pemberian penghargaan terhadap inovasi produk-produk industry,kampanye sistematis dan kreatif untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kegiatan industri dalam mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta penguatan struktur industri melalui keterkaitan antara industri hulu (dasar), industry antara (intermediate) dan industri hilir (light). (fitri)
