02/05/2026
Aktual

Pertemuan Menteri UKM APEC Hasilkan ‘Tiga Pilar’

JAKARTA (Pos Sore) — Pertemuan Menteri UKM APEC ke-22 di kota Iloilo, Philippina, pada 25 September 2015, menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan ‘The APEC Iloilo initiative’ yang berisi tiga pilar.

Pilar pertama, facilitating business matching involving MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises), dalam rangka membangun jejaring bisnis yang melibatkan usaha mikro dan UKM di kawasan Asia-Pasifik.

Pilar Kedua, Enhancing MSMEs Awareness and Feedback on Trade Regulation, dalam rangka membangun kesadaran dan pengetahuan pelaku usaha utamanya usaha mikro dan UKM untuk memahami kebijakan yang terkait dengan perdagangan di kawasan Asia-Psifik termasuk kebijakan retriksi non-tariff.

Pilar ketiga, Improving Mechanism of Knowledge Sharing, dengan maksud membangun mekanisme pertukaran informasi terkait perdagangan dan jejaring bisnis lintas batas di kawasan Asia-Pasifik yang mudah untuk diakses oleh usaha mikro dan UKM.

Delegasi Indonesia dipimpin Meliadi Sembiring, Deputi Pengkajian Sumberdaya UMKM, Kementerian KUKM.
Meliadi menjelaskan, tema yang diangkat pada pertemuan kali ini adalah ‘Mainstreaming Micro, Small and Medium Enterprises in the Global Economy’.

“Adanya penekanan untuk mengangkat isu usaha mikro untuk berkiprah dalam kawasan Asia- Pasifik, karena disadarai mayoritas anggota APEC memiliki jumlah usaha mikro yang sangat besar. Seperti halnya di Indonesia dengan persentase usaha mikro mencapai 99% lebih, sementara jumlah usaha kecil kurang dari 2%‎”, papar Meliadi dalam rilisnya, Jumat (25/9).

Dalam kesempatan ini, menurut Meliadi, Indonesia berbagi pengalaman dalam memfasilitasi UKM memasuki pasar global antara lain dengan cara memfasilitasi UKM mengikuti pameran dan misi dagang ke luar negeri, mengembangkan kerjasama dengan perwakilan dagang negara lain yang dilakukan utamanya oleh LLP-KUKM (Lembaga Layanan Pemasaran KUKM) dan membangun trading board berbasis internet.

Untuk itu, lanjut dia, guna memfasilitasi UKM mempromosikan produknya di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia mengusulkan untuk dibangun ‘SME e-Promotion Portal’ berbasis internet di bawah kerangka kerjasama APEC.

“Tujuannya, untuk memberikan kesempatan kepada usaha mikro dan UKM mempromosikan produknya dan dalam rangka menemukan mitra usaha potensial dari mancanegara,” tukas Meliadi.

Sebelum berlangsungnya pertemuan tingkat Menteri UKM APEC, pada 23-24 September 2015 di tempat yang sama telah pula diselenggarakan SMEWG Meeting (pertemuan Kelompok Kerja UKM APEC) yang membahas agenda dan proyek kerjasama APEC terkait strategic plan yang meliputi tiga bidang. Yaitu, penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembiayaan, dan internasionalisasi UKM.

Pada kesempatan ini juga, lanjut Meliadi, diagendakan pertukaran pengalaman. Indonesia berbagi pengalaman tentang kebijakan pembiayaan KUR dan pengalaman Indonesia mengembangkan Trading Board UKM yang disampaikan oleh Hasan Jauhari, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Iklim Usaha dan Kemitraan.

Pertemuan SMEWG berikutnya diselengarakan pada 2016 di Vietnam, yang juga akan merumuskan Strategic Plan 2016-2020. Sebagai tahap akhir menjelang diberlakukannya pasar bebas APEC secara penuh pada 2020 sesuai dengan amanat ‘Bogor Goals’.

Di sela-sela pertemuan Menteri UKM APEC, juga dilaksanakan pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Hongkong dan Malaysia. Delegasi Hongkong dipimpin oleh Greg So, GBS, JP, Secretary for Commerse and Economic Development. Sementara delegasi Malaysia dipimpin oleh YB. Datuk Ahmad Maslan, Timbalan Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri (MITI).

“Pada kedua acara bilateral meeting ini dilakukan pertukaran kebijakan pemberdayaan UKM, pertukaran informasi program promosi bertaraf internasional serta membahas peluang kerjasama antar pelaku usaha”, ungkap Meliadi. (tety)

Leave a Comment