Rapimnas Partai Golkar dihadiri Capres Prabowo Subianto.//foto: tvone.com
JAKARTA (Possore.id) — Pertarungan politik menjelang Pilpres saat ini, sampai puncaknya tahun depan diramalkan bakal semakin ramai. Nama putra sulung Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Gibran Rakabuming, sah menjadi bakal calon wakil presiden untuk medampingi calon presiden Prabowo Subianto.
Pertarungan yang terjadi, diramalkan terkait dengan campur tangan atau “cawe-cawe” Presiden Jokowi. Ke mana arah keberpihakan Presiden, ke partainya sendiri ke anaknya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam Rapimnas Partai Golkar yang digelar Sabtu (21/10) di Kantor DPP Partai Golkar mengumumkan keputusan partainya necalonkan Gibran.
“Mengusulkan dan mendukung mas Gibran Rakabuming Raka untuk kita pasangkan sebagai bakal calon presiden RI,” ujar Airlangga sebagaimana dilansir melalui berbagai channel televisi.
Saat Golkar mengumumkan namanya, Gibran disebut-sebut secara khusus menemui Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan di Kompleks Kediaman Menteri Widya Chandra.
PAN adalah salah satu partai dari Koalisi Gemuk yang mendukung pencalonan Prabowo.
Belum diperoleh reaksi langsung petinggi PDI Perjuangan, bahkan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri terkait resmi dicalonkannya Gibran. Mungkin masih harus menunggu satu tahapan lagi sampai Gerindra dan beberapa partai pendukung mengumumkan langsung calon presidennya Prabowo dengan pasangan yang dipastikan.
Sebelumnya, tokoh senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, sempat menyarankan kepada putra Jokowi itu agar segera mengambil sikap tegas terkiai namanya yang sante digadang-gadang bakal mendampingi Capres Prabowo.
Dikutip dari unggahan kanal YouTube tvOneNews, Panda Nababan mengatakan jika memang Gibran menginginkan posisi tersebut, maka segera ambil sikap tegas. Sama sebaliknya jika wali kota Surakarta tersebut menolak pinangan dari Prabowo, tolak dengan tegas.
Gibran Rakabuming, selain sebagai putra Presiden yang tentu saja diperkirakan berkecenderungan akan mendapat dukungan Presiden, adala juga Walikot Solo, Jawa Tengah. Dia dicalonkan setelah lebih dulu menjadi kader PDIP.
Menjelang Pilpres 2024, PDIP mencalonkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk Capres/Cawapres. Seyogianya Gibran sebagai kader PDIP menyadari, tak mungkin dia maju menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto yang nota bene adalah pesiang dan lawan Ganjar Pranowo.
Banyak pihak yang menolak akan majuny Gibran ini.Baik dari kalangan msyarakat luas karena terkait dengan isu nepotisme alias politik dinasti, maupun dari kalangan PDIP, bahkan para relawan dan pemuja Jokowi.
Secara resmi DPP PDIP sendiri belum mengeluarkan pernyataan terkait digadang-gadangnya nama Gibran. Namun secara pribadi, banyak kader PDIP yang berharap Gibran tidak menerima tawaran agar dirinya berpasangan dengan capres Prabowo.
“Maksud aku kalau dia mau tegas, tegas. Dia katakan, ‘Saya mau ini’. Kita butuh laki, jantan, mengatakan, ‘Aku mau ini’,” kata Panda.
Panda juga mengingatkan agar putra Jokowi ini berhenti melakukan manuver-manuver jelang Pilpres 2024 yang akhirnya membuat masyarakat muak.
“Jangan manuver-manuver gini, rakyat juga sudah muak,” terang Panda.
Selain menyinggung sikap Gibran, di momen ini, Panda Nababan juga mengungkapkan jika dirinya masih meyakini Jokowi masih tegak lurus dengan PDI Perjuangan.
“Saya sampai sekarang masih positif thinking terhadap Jokowi, tegak lurus dengan Ganjar,” ujar Panda.**
