15.8 C
New York
04/05/2026
Aktual

Pertama di Dunia, Siloam Hospitals Group Miliki Format Film Tiga Dimensi Edukasi Otak

YOGYAKARTA (Pos Sore) — Siloam Hospitals Group melalui Siloam Hospitals Yogyakarta melakukan cara inovatif dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melakukan deteksi dini, terutama pada organ otak.

Edukasi dilakukan melalui pemutaran film format tiga dimensi yang menyajikan sejumlah penanganan kasus operasi otak beserta gejala dan penyakit yang menyertainya.

“Film tiga dimensi tentang organ otak manusia ini merupakan film satu-satunya di dunia yang dibuat dan dimiliki Siloam Hospitals Group. Secara dominan, penanganan perkara pada operasi otak yang dilakukan tim Siloam berlangsung sukses,” kata Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Group Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp BS, Ph.D.

Prof Eka menyampaikan hal itu di sela-pemutaran film kesehatan otak bertajuk ‘The Amazing Human Brain and The Potential Catastrophe’ yang digelar oleh Rumah Sakit Siloam Yogyakarta di Cinemaxx Lippo Plaza, Sabtu (22/6).

Dengan melihat film ini, pihaknya ingin menyampaikan, selain memiliki fungsi yang amat vital, sejumlah penyakit yang berkaitan pada saraf, darah dan organ lainnya dapat disembuhkan melalui deteksi dini otak.

Direktur Siloam Hospitals Yogyakarta drg. Wiana R. Maengkom, MARS mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan otak (brain check up) secara rutin masih sangat jarang. Selama ini lebih banyak orang yang memeriksakan kesehatan jantung atau organ tubuh lainnya.

“Pada kenyataannya, brain check up sangat diperlukan karena berguna untuk mendeteksi penyakit yang mengancam kesehatan otak, seperti stroke ataupun tumor. Hal inilah yang ingin kami sosialisasikan juga kepada masyarakat di kota Jogya, melalui acara edukasi pemutaran film ini,” ujar Wiana.

Salah satu pengunjung yang menonton film edukasi otak, Erik wisman, warga dari Sleman mengaku senang. Film tiga dimensi tersebut sangat membantunya mengetahui akan pentingnya organ otak.

“Gambarnya nyata melalui tiga dimensi. Saya jadi tahu, betapa kompleksnya organ otak dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui deteksi dini otak,” tuturnya.

Salah satu cara deteksi dini otak dapat melalui ‘brain check up’, yaitu dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Ini adalah satu prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar-X atau bahan radioaktif.

Dengan MRI, sel-sel hingga yang terkecil sekali pun di dalam otak dapat terlihat dan terdeteksi. Pemeriksaan MRI dianjurkan untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas mengingat risiko stroke sangat tinggi di usia ini. Namun demikian, pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita stroke. (tety)

Leave a Comment