PADANG (Pos Sore) — MPR RI ingin membangun pers dengan dengan rasa persahabatan yang mendalam dan memiliki persamaan pandangan, agar menghasilkan tujuan dan cita-cita yang sama.
Kalau berbeda, kata Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) pada sosialiasi empat pilar MPR RI dalam acara pres gathering wartawan di Padang, Jumat (29/4) malam, akan berbeda pula hasilnya.
Dengan begitu bakal sulit sosialisasi empat pilar MPR RI ini sampai ke masyarakat. Selain itu, mustahil sosialisasi itu dilakukan melalui kelompok-kelompok masyarakat maupun Parpol tanpa bantuan pers.
Karena itu, sosialisasi ini merupakan kebangkitan pers dan MPR RI. “Maka, jangan ada perbedaan di antara kita agar sosialiasi empat pilar MPR RI ini sampai ke rakyat. Kalau tidak, maka tidak akan bermanfaat,” kata senator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat ini.
Selain OSO, hadir pada acara itu antara lain anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Prof Dr Bachtiar Aly dan Idris Laena (Golkar), Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono, Anwar Fuadi (artis), Danrem, perwakilan NU, Muhammadiyah, PMII, HMI, PMKRI, Pemuda Muhammadiyah, Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo, dan lain-lain.
OSO mengakui kehidupan di kampung-kampung saat ini masih sulit, sehingga kita berkewajiban mendukung pemimpin-pemimpin daerah yang berpihak kepada rakyat di daerah. Artinya, pemimpin yang memberi peluang kepada rakyat untuk bekerja, mengembangkan usaha kecil sehingga rakyat mampu mengembangkan hidupnya dengan layak dan lebih baik.
Dengan demikian, kata OSO, masyarakat, pers dan seluruh elemen bangsa ini jangan sampai terpengaruh intervensi asing yang ingin menghancurkan negara tercinta ini. Sebab, sejak tahun 1965 asing sudah memasukkan ‘candu’ agar bangsa ini lupa diri.
“Dan, kini asing melakukan intervensi dengan narkoba. Jadi, pers menjadi ujung tombak untuk mengawal empat pilar MPR RI ini demi keutuhan NKRI,” demikian Oesman Sapta Odang. (akhir)
