“Kehadiran Paragon Empties Station (PES) di halte menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam keseharian masyarakat,” ujar Yungki Syailendra, Head of Commercial Division Transjakarta.
PES di Halte CSW ini bagian dari total 10 titik awal dalam fase pilot ParagonCorp yang telah tersebar di berbagai lokasi strategis.
Mulai dari area retail seperti Wardah Store Bintaro Plaza (Jabodetabek) dan Makeupuccino (Bandung), ruang publik seperti Masjid Istiqlal, Paragon Empties Station (PES), dan Masjid Salman ITB Bandung, hingga area perkantoran ParagonCorp.
Keberadaan 10 titik ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan kemasan pasca konsumsi yang lebih terintegrasi serta dasar untuk pengembangan lebih lanjut.
Masyarakat dapat dengan mudah mengembalikan kemasan kosong melalui mesin PES. Kemasan kosong ini selanjutnya akan dikumpulkan.
Kemudian dipilah berdasarkan jenis material, dan diproses secara bertanggung jawab, termasuk untuk dimanfaatkan kembali sesuai dengan karakteristik materialnya.
Sebagai bagian dari transparansi dan edukasi berkelanjutan, hasil pengolahan kemasan yang telah didaur ulang juga telah diwujudkan dalam berbagai produk bernilai guna.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari semangat ParaGoNation, gerakan kolaboratif yang diusung ParagonCorp untuk mendorong kontribusi bersama dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ke depan, kolaborasi antara ParagonCorp dan Dinas Lingkungan Hidup akan terus diperkuat melalui program edukasi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Langkah ini sebagai upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran serta mendorong perubahan perilaku masyarakat secara lebih luas.
Melalui langkah ini, ParagonCorp terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi industri kecantikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas.
