06/05/2026
Aktual

Periksa Kesehatan Secara Berkala, Cegah Dini Penyakit Tidak Menular

Exif_JPEG_420

JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mengajak para ibu dan keluarga Indonesia untuk melakukan pencegahan secara dini terhadap penyakit tidak menular. Salah satu upaya yang harus dilakukan dengan nmelakukan cek kesehatan secara rutin.

“Keluarga Indonesia harus memahami manfaat cek kesehatan agar terbangun motivasi dalam diri untuk melakukan cek kesehatan secara berkala,” tegas Ketua Umum KOWANI, DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, dalam diskusi bersama Forum Informasi Wartawan bertema ‘Periksa Kesehatan Secara Berkala’, yang diadakan KOWANI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Jumat (7/10).

Dikatakan, KOWANI berharap media massa melalui pemberitaannya dapat mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat, dari yang awal mulanya kurang memiliki kesadaran terhadap kesehatan diri dan lingkungannya menjadi sadar dan berperilaku hidup sehat.

“Melalui peran media, KOWANI berharap masyarakat memahami bahwa untuk hidup sehat harus dilakukan upaya preventif atau pencegahan penyakit oleh masing-masing warga negara,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Keluarga Sehat dapat diukur dari tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan aktifitas fisik setiap hari, konsumsi buah dan sayur, serta cek kesehatan secara berkala.

Exif_JPEG_420

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Dr. Lily S Sulistyowati, MM, yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, menjelaskan, ada beberapa manfaat cek kesehatan. Cek tekanan darah, misalnya, menjadi salah satu cara mendeteksi dini resiko hipertensi, stroke dan penyakit jantung.

“Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa angka hasil pemeriksaan darah normal jika di bawah 140/90. Hasil tes tekanan darah menjadi dasar dan panduan bagi kita untuk mengontrol pola konsumsi,” ujarnya.

Cek kesehatan lainnya, yaitu cek lingkar perut. Pada cek jenis ini masyarakat harus memahami jika lemak perut berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung, stroke dan diabetes.

Masyarakat harus memahami batas aman lingkar perut untuk pria adalah 90 cm dan lingkar perut wanita adalah 80 cm. Jika hasil tes menunjukkan angka di atas ambang batas, sebaiknya kita melakukan konsultasi dengan ahli gizi karena dalam obesitas mengancam berbagai penyakit tidak menular.

Cek gula darah juga penting dilakukan masyarakat. Cek kadar gula darah menunjukkan kadar glukosa dalam darah. Hasil cek ini yang harus masyarakat ketahui adalah untuk mendeteksi masalah diabet. Hasil tes normal jika kadar gula dalam darah kurang dari 100.

Perikasa kesehatan berkala lainnya, yaitu cek kolesterol dan tes deteksi dini kanker leher rahim dengan melakukan penilaian pemeriksaan berkala. Tes jenis ini dapat berupa tes pap smear dan tes IVA. (tety)

Leave a Comment