Tim Perdosri menjelaskan banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara berdampak besar pada banyak keluarga.
Bencana bandang itu merusak rumah, fasilitas umum dan memaksa warga mengungsi. Bencana ini juga menelan ratusan korban jiwa dan meninggalkan duka bagi masyarakat setempat.
“Namun, RSUD Tamiang masih penuh lumpur sehingga belum bisa melakukan kegiatan di sana. Tapi ada klinik di Tangiang yang melakukan kegiatan pelayanan, yaitu klinik Abah,” ucap dr. Rumaisah.
“Kalau RSUD Langsa sudah mulai bersih terutama di paviliun, pelayanan IGD juga sdh mulai jalan dengan tenaga mereka,” terangnya.
Ketika tim Perdosri berkunjung ke RSUD Langsa kami temui yang melayani para korban malah tenaga kesehatan dan perempuan, padahal nakesnya sendiri juga korban banjir.
“Jadi sangat kelelahan dengan pekerjaan. Membersihkan rumah sendiri, juga RS tempatnya bekerja. Kami bisa merasakan itu betapa melelahkan pastinya,” ungkap dr. Rumaisah.
Berkoordinasi dengan Tim Siaga Bencana IDI, Perdosri juga akan memberikan pelayanan medis di Langsa dan Pidie Jaya. Pihaknya memantau perkembangan di lapangan termasuk laporan dari media, daerah mana yang paling membutuhkan penanganan medis.
“Intinya, kami berupaya memberikan dampak bagi masyarakat meski cakupannya kecil,” jelas Dr Rumaisah seraya menambahkan Perdosri mengirimkan tim medis ke lokasi bencana berjumlah 7 dokter.
