JAKARTA (Pos Sore) — Perubahan sosial dapat dimulai dari keluarga. Bagaimana pun pembentukan karakter anak dimulai dari rumah, lingkungan sekitar beserta orang-orang yang selalu bersama dengan anak-anak.
Menurut Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, orang tua, terutama ibu memiliki peran besar untuk mengasuh anak-anaknya agar bertumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul. Sosok ibulah yang mampu mengubah tren suatu negara.
“Seperti halnya ibu di negara Jepang. Budaya-budaya Jepang sebagaian besar karena peran ibu,” katanya saat menutup diskusi Aliansi Kebangsaan dengan insan media bertajuk Partai Politik, Ideologi, Konstitusi dan Kepemimpinan, Jumat (10/8), di Jakarta.
Diskusi ini menghadirkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, dan pengamat politik yang juga tokoh Aliansi Kebangsaan, Yudi Latief.
Di Jepang, katanya, seorang ibu tidak akan berhenti untuk mendorong anaknya agar terus belajar sekaligus menciptakan keseimbangan pendidikan yang baik dalam hal fisik, emosional, maupun sosial.
Motivasi utama para wanita Jepang yang memilih karirnya sebagai ibu rumah tangga (profesional dan pendidik) adalah untuk meletakkan dasar pendidikan berperilaku sejak dini kepada anak-anaknya.
Katanya, pemimpin-pemimpin di dunia pun selalu mengungkapkan betapa peran ibu yang mampu membawanya ke tingkat kehidupan yang lebih baik. Sangat jarang para tokoh dunia menyebutkan peran ayah, meski sang ayah ikut andil di dalamnya.
Sementara itu, Grace melihat semakin menurunnya keterwakilan perempuan di parlemen. Penyebabnya karena partai politik tidak serius dalam memberi porsi penting kepada perempuan untuk mengurusi partai.
Karenanya, Grace bersama PSI ingin kembali memperjuangkan agar kursi parlemen sebesar 30 persen bisa ditempati para perempuan. Dengan demikian, para partai politik bakal terdorong untuk mencari bibit-bibit politisi perempuan terbaik sebagai perwakilan di parlemen. (tety)
