JAKARTA (Pos Sore) — PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mendukung konsep poros maritim dan tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Terlebih tujuannya, agar Indonesia sebagai negara kelautan dapat sejajar dengan negara-negara lain di dunia.
“IPC sangat mendukung gagasan tersebut. Konsep ini dapat menurunkan biaya logistik nasional yang masih tinggi,” tandas Direktur Utama IPC R.J. Lino, dalam Diskusi Akhir Tahun 2014, di Jakarta, Senin (29/12), yang dihadiri para stakeholder.
Ia mengungkapkan, saat ini biaya logistik Indonesia memakan porsi 24,6% dari Produk Domestik Bruto/ GDP. Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, biaya logistik di Indonesia yang tertinggi.
Porsi terbesar dari komponen biaya logistik yang tinggi ini terutama disumbang oleh kurangnya keterandalan. Ini yang menyebabkan stock inventory menjadi mahal/tinggi. Begitu pula porsi moda transportasi darat yang 10 kali lebih mahal dari moda transportasi laut.
Menyoroti modalitas transportasi di ibukota DKI Jakarta, IPC akan mengadopsi pengalaman Jepang dan beberapa negara lain yang memanfaatkan tiga moda transportasi (jalan darat, jalur laut dan jalur kereta api).
“Moda jalan darat akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan daerah industri dan logistik. Saat ini IPC sedang dalam proses pengambilalihan 45% saham calon mitra pemegang konsesi jalan tol lingkar Jakarta II Cibitung – Cilincing,” ungkapnya.
Dari sisi moda jalur kereta api, IPC menggagas upaya kerjasama untuk membangun jalur kereta api baru yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan daerah industri Cikarang bersisian dengan akses tol JORR 2.
Sementara itu, dari sisi moda jalur laut, IPC berencana memanfaatkan kanal (water way) yang ada sepanjang 40km dari Tanjung Priok ke kawasan industri Cikarang Jawa Barat (jalur Cikarang-Bekasi-Laut). Estimasi biaya diperkirakan kurang dari Rp1 triliun.
“Kanal tersebut nantinya akan menjadi jalur transportasi yang bisa dilewati kapal tongkang berkapasitas muatan maksimal 60 kontainer serta membuat lokasi untuk terminal tongkang di wilayah Cikarang (Cikarang inland water way),” tambahnya.
Ke depan, IPC berupaya mengurangi penggunaan truk angkut dari pelabuhan ke kawasan industri. Selain mengakibatkan kemacetan di dalam kota juga berbiaya tinggi. Proyek ini akan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di jalur darat yang selama ini membelenggu Jakarta dan sekitarnya. (tety)
