Pandji Pragiwaksono disebut menyerang Gibran Rakabuming.//Foto: Istimewa
POSSORE.ID, Jakarta – Gonjang-ganjing di media sosial yang bermula dari konten stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang disebut-sebut “menyerang” Gibran Rakabuming Raka, ternyata terus melebar. Selain Panji mendapat dukungan dari mantan Menko Polhukam Mahmud MD, kasus ini juga menyeret-nyeret nama besar NU (Nahdlatul Ulama).
Ketua Pengurus Besar NU KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa aliansi yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama yang dikabarkan melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukan bagian dari PBNU.
Juga tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU. “Kalau representasi PBNU jelas tidak,” tegas Gus Ulil.
Menurut Ulil, sejak dulu banyak kelompok atau individu yang melakukan berbagai aktivitas dengan mengatasnamakan NU. Hal tersebut, kata Gus Ulil, tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.
“Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” jelasnya sebagaimana dikutip media ini dari NU Onlie, Jumat (9/01-25).
Ia menambahkan, sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.
“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” sambungnya.
Sementara itu, Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengatasnamakan Presidium Angkatan Muda NU, menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026).
Rizki menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada NU. Ia menilai pernyataan Pandji yang menyebut konsesi tersebut sebagai “imbalan” dari pemerintah telah merugikan NU. “Menurut kami, beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki yang juga bertindak sebagai pelapor.
Ia mengaku merasa dirugikan sebagai aktivis muda NU atas pernyataan Pandji yang menyebut NU terlibat politik praktis dan memperoleh imbalan dalam bentuk tambang.
Satu yang menjadikan conten stand up comedy-nya pada program Mens Rea, Pandji Pragiwaksono juga menyebut mata Gibran Rakabuming yang mengantuk, dan ini menimbulkan kehebohan di kalangan kelompok yang disebut-sebut “termul“.(lia)
