Presiden Jokowi Jumat (5/11) tiba di tanah air dari lawatannya ke beberapa negara. Foto menunjukkan saat Presiden di Abudhabi, Selasa (2/11). (foto: Setkab.go.id)
Possore.com — Tantangan berat bagi Presiden Joko Widodo yang justru datang dari para pendukung setianya selama ini. Para pendukung Jokowi yang terdiri dari Projo, Seknas Jokowi, Bara JP, Kapt, Almisbat, RPJB, Duta Jokowi, RKIH, dan JoMan, bersatu di bawah sebuah bendera, KKPJ, mendesak Presiden melakukan bersih bersih pada rezim pemerintahannya.
KKPJ memandang, saat ini pembersihan pemerintahan cukup mendesak dilakukan. Dengan alasan, Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin harus fokus pada upaya keluar dari tekanan pandemi Covid-19 dan berkonsentrasi penuh untuk dapat memimpin ekonomi dunia pada tahun 2022 (G-20).
Melalui pernyataan yang dibagikan kepada pers, Jumat (5), KKPJ mengidentifikasi berbagai masalah yang menjadi fokus perhatian mereka, dan membaginya ke dalam sembilan point pernyataan. (baca juga: Relawan Desak Jokoei Amputasi …)
Pernyataan KKPJ dilatarbelakangi kegelisahan melihat perkembangan situasi politik pemerintahan yang gamang dalam penanganan lanjutan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
“Soal vaksin berbayar, isu perburuan rente di balik kebijakan tes PCR dalam moda transportasi publik, dan sampai perilaku beberapa oknum menteri yang terlalu kentara ingin menjadi capres/cawapres di 2024,” demikian KKJP.
KKPJ sangat prihatin melihat begitu banyak manuver kelompok politik besar berwatak pemburu rente, yang mengabaikan rasa kemanusiaan dan rasa keadilan, memanfaatkan bencana pandemi global, bergerak bebas menggunakan kepercayaan dan kewenangan yang diberikan Presiden Jokowi.
Manuver kelompok itu memanipulasi dan membahayakan legacy yang sudah dibangun oleh Presiden, hanya untuk tujuan mempersiapkan kepentingan sempit mereka.
Aroma kepentingan bisnis dalam penanganan pandemic, menurut KKPJ, terlalu besar untuk diabaikan. Mulai dari vaksin berbayar, wajib RT-PCR, bansos, karantina dan lain lain.
‘’Terseretnya anggota kabinet dalam kasus hukum bukan saja menampar reputasi Presiden Jokowi, tetapi merupakan pengkhianatan terhadap rasa kemanusiaan dan pengingkaran terhadap cita-cita politik bersama.’’
‘’ Kami memohon kepada Presiden untuk mengembalikan pemerintahan ke rel perjuangan visi Indonesia Maju sebagai wujud pengemban amanat rakyat yang diberikan dalam Pilpres 2019,’’ demikian bagian pernyataan KKPJ tersebut. (lya)
