20.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Penanganan Nyeri Akut Perlu Kombinasi Terapi

JAKARTA (Pos Sore) — Hampir setiap orang pernah merasakan nyeri, mulai dari level yang ringan, sedang sampai berat. Sensasi nyeri adalah suatu hal yang sangat sering dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Nyeri bukanlah sekedar rasa tidak nyaman melainkan suatu proses yang lebih kompleks dan melibatkan berbagai faktor. Terjadinya persepsi nyeri sangat ditentukan oleh berbagi faktor seperti usia, jenis kelamin, ciri kepribadian, suasana hati dan lain sebagainya.

Obat anti nyeri (analgesia) yang banyak beredar di pasaran menjadi pilihan saat rasa nyeri akut muncul yang menjadi keluhan sehari-hari bagi banyak orang, namun penggunaan obat jenis ini harus diperhatikan dengan tepat dan benar.

dr. Dwi Pantja Wibowo, SpAn KIC-KMN – Spesialis Anastesi & Sekretaris I Pengurus Pusat Pehimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN), menjelaskan, nyeri akut adalah nyeri yang mendadak dan bersifat sementara yang biasanya dapat berlangsung beberapa hari (kurang dari 2 minggu).

“Penanganan nyeri akut memerlukan kombinasi dari terapi farmakologis dan non-farmakologis,” katanya dalam Pfizer Press Circle bertajuk ‘Mengungkap Mitos & Fakta Penggunaan Obat Anti Nyeri’, di Jakarta.

Untuk penanganan nyeri akut secara farmakologi melibatkan penggunaan obat-obatan seperti golongan Anti Inflamasi non steroid (AINS), opioid (narkotik), maupun obat-obat adjuvans.

Sedangkan, penanganan nyeri secara non-farmakologi yaitu mengatasi nyeri dengan memberikan intervensi fisik dan/atau psikologis seperti fisioterapi, relaksasi, dan lain-lain.

“Terapi non-farmakologis dilakukan untuk memperbaiki atau mengobati kerusakan jaringan yang menimbulkan nyeri atau mengatasi juga kondisi sistemik yang dapat menimbulkan nyeri di samping tetap memberikan terapi farmakologis untuk mengatasi rasa nyerinya,” paparnya. (tety)

Leave a Comment