06/05/2026
Aktual

Pemerintahan SBY Dinilai Berhasil Sejahterakan Rakyat

JAKARTA (Pos Sore) — Bagaimana keberlangsungan program pendidikan dan kesehatan selama negeri ini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono? Selama 10 tahun pemerintahan SBY, untuk dua bidang ini dinilai banyak membawa perubahan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Dalam Diskusi Publik bertema ‘Satu Dasawarsa Catatan untuk Indonesia: Potret dan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat di bidang Pendidikan dan Kesehatan’, dikatakan sejumlah program yang digulirkan pemerintahan SBY membawa dampak signifikan pada kesejahteraan rakyat.

“Contohnya di bidang pendidikan, pada pemerintahan SBY ada sertifikasi guru. Pada 2008 baru 15,42% dari jumlah guru di Indonesia yang memiliki sertifikasi, pada 2013 melonjak menjadi 95,5% yang sudah bersertifikasi,” ungkap M. Jafar Hafsah, Ketua Departemen Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Demokrat, di Jakarta, Jumat (17/10).

Dengan sertifikasi yang dimiliki para guru, kini kehidupan ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu ikut meningkat dan makin sejahtera. Terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang berminat menekuni profesi guru dan banyak yang ingin menjadi guru.

Tingkat kemiskinan dan pengangguran selama pemerintahan SBY juga berkurang. Jika pada 2004 jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 16,7% dari jumlah penduduk, dan pengangguran 9,9%, maka pada 2013, angka kemiskinan menurun jadi 11,4%, dan angka pengangguran jadi 6,2%.

Dede Yusuf, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, juga menilai banyak kemajuan yang dicapai SBY dalam memimpin negeri berpenduduk 240 juta jiwa ini.

“Walau di Indonesia banyak terdapat agama, dan berbagai perbedaan lainnya dalam masyarakat, namun tetap bisa bersatu. Contohnya Thailand yang memiliki beberapa perbedaan agama, sering terjadi konflik di negeri itu,” ujarnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini, ada tiga prioritas utama dalam pembangunan di negeri ini. Yaitu pembangunan manusia, pembangunan infrastruktur daerah, dan pembangunan kesejahteraan bagi rakyat.

“Tiap kepala daerah, harus berpikir dan mencari strategi, pembangunan mana yang didahulukan. Apakah pembangunan SDM, infrastruktur daerah, atau kesejahteraan,” tandasnya.

Untuk infrastruktur, contohnya makanan. Dengan semakin bertambah banyak jumlah penduduk, makin besar pula kebutuhan makanan yang dikonsumsi masyarakat.

“Sementara sawah makin berkurang lahannya, dan tentu saja hasilnya juga kurang. Ini merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintahan mendatang,” katanya.

Ia menilai kesejahteraan yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini tak lepas dari sejumlah program yang digulirkan SBY. Sebut saja program BOS (bantuan operasional sekolah), program Raskin, program PNPM Mandiri, dan sejumlah program lainnya.

“Program-program ini perlu dilanjutkan dalam pemerintahan baru nanti, tentu dengan sejumlah perbaikan. Program-program yang pro poor dan pro job perlu dilanjutkan,” katanya. (tety)

Leave a Comment