JAKARTA (Pos Sore) — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut secara umum kondisi hujan pada September 2014 masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi bulan September 2013.
Prakiraan curah hujan pada Oktober 2014 menunjukkan sebagian wilayah di Indonesia rata-rata curah hujan menengah (101-300 mm). Tingkat prakiraan curah hujan pada Oktober juga umumnya normal dan di atas normal.
Berdasarkan data BMKG ini, pemerintah, kata Menko Kesra, Agung Laksono, terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait dalam upaya mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah.
“Iklim saat ini relatif normal dan tidak mununjukkan adanya gejala el nino, dan kemungkinan pada Oktober 2014 tidak ada lagi kekeringan, karena hujan mulai turun. Ini sesuai dengan data dari BMKG,” katanya, kemarin, di Jakarta.
Menko Kesra, Agung Laksono, menambahkan, sejauh ini pemerintah sudah memetakan sumber air untuk wilayah yang kekeringan, dan bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk membuat rencana aksi.
Saat ini, jumlah lahan yang mengalami kekeringan sebesar 129 ribu hektar. Sementara itu, yang gagal panen mencapai 9 ribu hektar atau puso.
“Kendati demikian, kondisi kekeringan tersebut tidak terlalu mengkhawatiran dibandingkan luas lahan pertanian sebesar 4 juta hektar,” tandasnya.
Sementara itu, untuk menghadapi musim kering 2014, yang tiap tahun kerap terjadi, diperkirakan ada 7 provinsi di Indonesia yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.
Yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Sulawesi Utara, dan melanda 78 desa di 148 kecamatan, tersebar di 23 Kabupaten.
“Untuk hal ini, pemerintah akan melakukan pembangunan sistem irigasi, waduk, dansumberdaya air di wilayah-wilayah kekeringan,” tambahnya.
Menko Kesra juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan dinas terkait terus menyalurkan bantuan air bersih, terutama di wilayah kekeringan. (tety)
