22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Pemeriksaan USG 4D untuk Melihat Tumbuh Kembang Janin

JAKARTA (Pos Sore) — Ahli kandungan Dr Reino Rambey, dari Klinik Visi Scan, mengatakan, masih banyak masyarakat salah paham dengan teknologi pemeriksaan USG 4 dimensi. Selama ini masyarakat memanfaatkan teknologi ini masih sebatas ingin melihat sang bayi apakah mirip ibu atau ayah dan ingin mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung.

“Padahal teknologi USG memiliki makna lebih bagi diagnosis medis,” katanya di sela peluncuran ‘Non Invansive Prenatal Testing (NIPT) Panorama Klinik Visi Scan, di Jakarta, Rabu (20/4).

Ia menjelaskan, skrining ultrasound atau USG 4D adalah pencitraan yang dapat melihat bentuk anatomi tubuh dengan dimensi jarak dan waktu. Pada pencitraan 4D pergerakan bayi akan dapat dilihat, tidak seperti pada teknologi ultrasound di bawahnya.

“Fungsi USG yang sebenarnya adalah untuk melihat tumbuh kembang dan kondisi fisik janin. Skrining dengan USG 2D saja sebenarnya cukup bila dilakukan pada waktu yang tepat dan tidak ada risiko kelainan yang dikhawatirkan,” ujarnya

Bila memang ibu atau kehamilan memiliki risiko, pemeriksaan USG kehamilan dapat berguna untuk mendeteksi adanya kelainan atau risiko lebih lanjut. Pemeriksaan USG pada trisemester pertama (10 – 14 minggu), contohnya, berguna untuk mendeteksi kelainan sindrom Down dengan mengukur Nuchal (NT) dan Nasal Bone (NB).

Pemeriksaan pada trisemester dua (18-27 minggu) dilakukan untuk melihat perkembangan dari organ-organ tubuh bayi (morfologi). Lalu pemeriksaan pada trisemester tiga (28-32 minggu) dapat dilakukan untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi, seperti berat badan. (tety)

Leave a Comment