JAKARTA (Pos Sore) — Badan Koordinasi Nasional Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LKMI PB HMI) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-70 HMI menggelar diskusi ‘Kesehatan, Kemiskinan dan Pembangunan Ekonomi’, di gedung PB HMI, Jakarta, Jumat (27/1).
Dalam diskusi yang menghadirkan Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir dan ahli Gizi Klinik, Tirta Prawita Sari, menyebutkan terdapat korelasi yang kuat antara tingkat kesehatan yang baik dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Persoalannya, di negeri ini, angka kemiskinan masih tinggi yang berimbas pada sulitnya mendapatkan akses pelayanan kesehatan, terutama bagi penduduk yang berada di daerah terpencil dan terluar.
Padahal pada 2025-2045, Indonesia akan mengalami masa bonus demografi. Generasi-generasi ini ke depan menjadi penerus bangsa Indonesia dan menjadi harapan bangsa Indonesia. Karenanya, Indonesia harus melahirkan generasi-generasi yang sehat.
“Tidak akan pernah terlahir generasi yang sehat dan generasi yang berdaya saing global tanpa generasi yang sehat,” kata Mulyadi, usai diskusi.
Sementara itu, Dr. Tirta Prawita Sari, Sp.GK, MSc, dokter ahli gizi klinik, menegaskan, untuk menghasilkan generasi penerus gemilang harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Asupan gizi yang seimbang, yang komposisi kebutuhan makronutrien dan mikronutriennya lengkap, menjadi hal penting yang harus ada dalam setiap porsi makanan kita.
Ia mengungkapkan, berbagai riset menunjukkan malnutrisi utamanya pada anak-anak dan perempuan hamil, dalam jangka panjang akan berkaitan erat dengan tingginya angka kematian ibu dan anak, tingginya angka kecacatan dan penyakit kongenital, tingginya angka komplikasi dalam kehamilan dan persalinan, juga angka stunting (tubuh pendek).
“Indonesia menempati salah satu urutan paling atas, negara dengan jumlah angka yang menderita stunting di dunia. Padahal malnutrisi jika tidak ditangani serius sifatnya tidak bisa disembuhkan,” ujarnya.
Tirta menambahkan, kualitas dan kecerdasan seorang anak sangat ditentukan oleh nutrisinya di 1000 pertama hari kehidupan, yaitu mulai dari masa janin hingga si anak berusia dua tahun. Di masa ini, pertumbuhan sel-sel dan struktur otak terbentuk begitu cepat. Sekitar 80% terjadi di 1000 hari pertama kehidupan tersebut.
Direktur Utama Bakornas LKMI drg. Taufan Tuarita, mengatakan, dayasaing dan ketahanan satu bangsa sangat erat kaitannya dengan perbaikan kualitas anak dan balita.
“Masalah malnutrisi ini, harus menjadi keresahan bersama, termasuk bagi organisasi-organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, juga komponen masyarakat lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, kewajiban umat di masa sekarang yakni menjaga asupan gizi. Ia beralasan, asupan gizi tak hanya demi kepentingan diri sendiri, tapi juga akan menjadi penentu kualitas generasi yang akan dihasilkan di masa depan. (tety)


