JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Perindustrian, Saleh Husen mengungkapkan,pengembangan industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera teralisasi untuk memenuhi kebutuhan garam industri di dalam negeri.
Ia menyatakan, NTT merupakan lokasi yang cocok untuk dikembangkan sebagai basis industri garam industri yang selama ini masih didominasi garam impor. “Di NTT lahannya cocok, hujannya tidak lama,industrinya juga sudah menjamur.”
Pada 2015,katanya, hanya saja mutunya harus terus didorong. “Saya minta Dirjen IKM membantu meningkatkan mutu dengan cara produksi yang bagus dengan mengedukasi agar nilai jual meningkat.”
Selama ini,katanya, program pengembangan industri garam di NTT sulit dilakukan karena lahan yang dibutuhkan investor seluas 1000 hektar masih terkendala.
”Di sana ada 1000 hetar lahan yang dingini investor.Tetapi di lahan itu, ada 233 hektar yang menjadi milik rakyat yang harus dipisahkan. Maunya investor itu tidak dimasukan tetapi berada di luar itu.Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria agar dipisahkan, dan sudah disetujui dan tidak ada masalah.”
Agar hal ini bisa tereaisasi, Saleh meminta agar gubernur melalui bupati setempat menentukan lokasi yang pas. Dan negosiasi terakhir dengan Kementerian Agraria, katanya, sudah tidak ada masalahtingga menunggu proses penyediaan lahan nantinya akan terus dipantau.
“Jika sudah tuntas, kita minta investor segera merealisasikan pembangunan pabriknya. Selama ini ada kendala kita tidak bisa memproduksi garam padahal merupakan negara kelautan karena memang kualitas yang dinginkan untuk industri garam berbeda dengan garam industri yaitu dengan kandungan NHCL sebesar 97,4 persen..Berbeda dengan garam konsumsi yang hanya mengandung NHCL sebesar 94 persen.
Menurutnya, di Kabupaten Kupang sendiri,katanya, diakui persoalan laha tidak gampang,makanya, harus dilakukan pendekatan melalui pemda karena keweangan tidak ada di Kementerian Perindustrian. “Lahannya harus luas, agar sesuai skala ekonomi, kalau kecil-kecil tidak ekonomis.” (fitri)
