06/05/2026
Aktual

Pelatihan Pedagang Makanan Lenggang Jakarta Berlangsung Meriah

JAKARTA (Pos Sore) — Sekretariat Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Nasional Revolusi Mental bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Badan POM, Bank Indonesia, Indonesia Chef Association (ICA), dan Indonesia Gastronomy Association (IGA) menyelenggarakan Pelatihan Pedagang Makanan Lenggang Jakarta dengan tema ‘Bersih, Enak, dan Sehat Sajian Indonesia’, di Kantor Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta.

Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya pada Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, Iwan Eka Setiawan, dan Ketua Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Tujuan pelatihan adalah berdiskusi dengan para pakar agar makanan-makanan yang dijual di Lenggang Jakarta lebih sehat, lebih bersih, dan lebih enak ke depannya.

Rismana Adji dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, mengemukakan, saat ini di tengah masyarakat, masih tingginya masalah kesehatan dan kesakitan, bahkan kematian karena penyakit yang berkaitan dengan makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat kesehatan.

Upaya untuk mengendalikan hygiene sanitation itu antara lain mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.

“Para pedagang makanan sebaiknya berlokasi di tempat yang cukup jauh dari sumber pencemaran seperti lokasi pembuangan sampah terbuka, lokasi pengolahan limbah, jalan, dan lainnya,” jelasnya, di hadapan 106 orang pedagang dari kawasan Lenggang Jakarta. Selasa (22/11)

Selain itu, sentra pedagang makanan jajanan juga harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang meliputi air bersih, tempat penampungan sampah, saluran pembuangan air limbah, toilet, dan fasilitas pengendalian lalat atau tikus.

Para pedagang juga harus memiliki enam prinsip hygienic sanitation pangan (HSP) yaitu pemilahan bahan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyajian, distribusi/pengangkutan, dan penyimpanan produk.

Direktur Surveillance dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM, Yayan Cahyani, menambahkan, ada lima kunci keamanan pangan bagai PKL atau pedagang kreatif keliling adalah sediakan bahan baku yang aman, olah pangan secara seksama, pajang/sajikan dengan aman, jual dengan aman, dan jaga kebersihan.

Sementara itu, Lucky dari ICA memaparkan tentang keracunan makanan, time temperature relationship atau hubungan suhu, kuman dalam bahan mkanan dengan waktu pemanasan, dan bakteri-bakteri yang terkandung dalam makanan. (tety)

Leave a Comment