11 C
New York
04/05/2026
Aktual

PB IDI Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

JAKARTA (Pos Sore) — Dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke 107 dan Hari Kebangkitan Nasional, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar kegiatan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks secara gratis. Kegiatan tersebut, salah satu wujud pengabdian dokter pada masyarakat.

Puncak peringatan HBDI ini digelar pada Minggu (24/5) di Rusun Tambora, Jakarta Barat. Rencananya pemeriksaan kanker ini dilakukan di seluruh Indonesia.

Ketua panitia pelaksana HBDI, dokter Astronias B Awusi, menjelaskan, dipilihnya pemeriksaan kanker serviks sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kasus kanker serviks di Indonesia cukup tinggi. Diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru dengan 20-25 orang meninggal dunia.

‘’Pemerikasaan kanker serviks ini dengan IVA sebelumnya telah dilakukan terhadap 300 ibu rumah tangga di Tambora yang bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta,’’ ungkapnya, di kantor PB IDI, kemarin.

Ketua Umum PB IDI, dr. Zaenal Abidin menambahkan, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukan angka kematian ibu (AKI) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Dari sekian kasus kematian ibu, sebagian besar didominasi karena mengalami kanker serviks.

“Kasusnya paling banyak di Indonesia. Sekitar 40-45 kasus muncul setiap hari dengan angka kematian sekitar 20-25 orang meninggal,” ungkapnya.

Artinya, kata Zaenal, setiap satu jam diperkirakan satu orang perempuan meninggal akibat kanker serviks. Minimnya pengetahuan perempuan Indonesia tentang pentingnya deteksi dini kanker serta kendala pembiayaan pengobatan dan akses fasilitas pelayanan kesehatan, salah satu penyebab tingginya angka kasus kanker serviks.

Ia tak membantah, masalah kesehatan ibu dan anak sangat kompleks. Tetapi, dengan gerakan sederhana seperti deteksi dini dan pencegahan, jika dilakukan tepat, massif, dan konsisten, masalah yang besar akan kecil dan akhirnya bisa diselesaikan.

Dalam rangka HBDI, IDI juga meluncurkan program donasi 1 juta telur untuk anak Indonesia sebagai simbol 1000 hari awal kehidupan untuk anak-anak sebagai upaya pemenuhan gizi dengan mengonsumsi telur. Saat ini anak-anak Indonesia masih kurang mendapatkan gizi cukup. Telur diketahui sebagai salah satu sumber protein terbaik pada anak.

Kampanye ini dilakukan mengingat masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang diakibatkan kurang gizi. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendorong tercapainya target Pembangunan Millenium (MDGs). (tety)

Leave a Comment