05/05/2026
AktualGaya Hidup

Pasar idEA 2019 Sukses Sedot Ratusan Ribu Pengunjung

JAKARTA (Pos Sore) — Usai sudah even akbar berkumpulnya 250 pedagang online di Jakarta Convention Center (JCC). Para pedagang ini sukses menjaring masyarakat untuk berkunjung ke Pasar idEA, pasar offline bagi konsumen yang berlangsung pada 15-18 Agustus 2019. Event yang baru pertama kali diadakan ini diliputi keseruan yang dipenuhi dengan senyum-senyum kebahagiaan.

Pasar yang dibanjiri beragam diskon itu jelas diserbu masyarakat. Siapa yang tidak tertarik berbelanja dengan harga miring? Usai berbelanja, senyum kebahagiaan pun mengembang karena bisa berbelanja dengan harga yang super murah dibanding harga normalnya.

Dalam festival belanja from online to offline ini, Pasar idEA tidak hanya menghadirkan berbagai industri e-commerce ternama seperti Tokopedia dan Blibli saja, melainkan juga turut memperkenalkan berbagai industri logistik kepada masyarakat. Beberapa di antaranya Lion Parcel, Ninja Xpress, JNE, Tiki, J&T, Paxel dan bahkan hingga Lalamove.

Di Pasar idEA, mereka memberikan penawaran special ongkos kirim yang murah, bahkan gratis ongkir selama pameran dan menawarakan pengunjung sebagai mitra bisnis. J & T Express misalnya, menarik pengunjung dengan Super Photo Competition berhadiah smartphone, rice cooker, vacuum cleaner, dan sebagainya.

Sedangkan Lion Parcel manawarkan kesempatan menjadi mitra POS, promo Dua Kilo Irit: pelanggan hanya membayar biaya kirim seharga berat barang 1,00 kg untuk berat sampai 2,00 kg. Promo ini berlaku untuk pengiriman di seluruh Indonesia.

Ninja Xpress pun tak kalah seru. Pengungjung dapat menikmati promo, 10 x gratis pengiriman dengan Ninja Packs ke semua daerah di Jabodetabek hanya dengan membayar Rp 90.000. Bagi pengunjung yang tertarik menjadi mitra bisnis, Ninja Xpress mengadakan Ninja Academy Program berupa kesempatan mengikuti kelas-kelas bisnis dan lokakarya pengembangan skill secara gratis selama 6 bulan.

Sementara JNE memperkuat e-commerce khususnya kepada seller dengan mengadakan program JLC (JNE Loyalty Card). Melalui program ini, pelanggan bisa mendapatkan keuntungan berupa poin setiap kali melakukan pengiriman via JNE yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.

Tidak mau ketinggalan, TIKI selama pameran memberikan promo kepada para pengunjung berupa diskon 10% bagi mitra yang ingin bergabung membuka gerai jasa pengiriman kilat serta potongan diskon sebesar 15% untuk layanan reguler maupun overnight service (ONS).

Pasar offline yang diselenggarakan oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Indonesia) ini adalah festival belanja online to offline. Tujuannya membangun kepercayaan masyarakat Indonesia untuk berbelanja online. Karena di pasar ini, sebagai pembuktian dan jawaban atas keraguan sejumlah konsumen terhadap pasar online.

“Tujuannya acara ini membuat konsumen-konsumen Indonesia yang belum percaya kepada penjual online, bisa datang ke sini ketemu penjualnya langsung, dan next-nya bisa lanjut dan trust-nya terbangun,” tutur Ketua Umum idEA Ignatius Untung, di JCC, Kamis (15/8/2019) di hari pertama event itu resmi dibuka yang juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Ignatius tidak menampik faktor kepercayaan masih menjadi problematika di Indonesia. Terbukti dengan masih tingginya transaksi online yang menggunakan metode pembayaran cash on delivery (cod). Dan, ternyata angka cod tertinggi di dunia itu posisinya “diraih” Indonesia. Ini menandakan, kepercayaan masyarakat belum sepenuhnya positif terhadap ruang belanja online, meski sesungguhnya belanja online sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Masih jadi masalah karena faktor kebiasaan di Indonesia itu satu dari sedikit negara di dunia yang masyarakatnya melakukan belanja online tapi pembayarannya cod. Ya kan aneh juga. Nah ini trust-nya masih belum terbiasa,” kata Ignatius.

Ia memaparkan, keberhasilan bisnis e-commerce tidak hanya ditentukan dari kualitas produk yang dijual saja, melainkan juga oleh kekuatan industri logistik. Memasuki era digital, industri logistik makin memberikan angka yang menggiurkan.

Menurut Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo), tahun 2017, kapitalisasi jasa kurir saja sudah menyentuh angka Rp 50 triliun. Dan, tiap tahunnya tumbuh di kisaran 10-15 tahun.

Otomatis, angka tersebut turut mempengaruhi Logistics Performance Index (LPI) atau Indeks Performa Logistik yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Dengan melibatkan beberapa komponen penilaian seperti bea cukai (customs), infrastruktur (infrastructure), pengiriman internasional (international shipments), kompetensi logistik (logistics competence), ketepatan waktu (timeliness) serta pelacakan dan pencatatan (tracking and tracing), Indonesia berhasil meraih peringkat ke-46 dengan skor 3.15 pada 2018.

Peringkat itu jelas menjadi suatu prestasi mengingat di tahun sebelumnya Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat 63 dunia. Atas pencapaian tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebut sejak 2018 Indonesia sedang mengalami era kebangkitan industri logistik.

“Industri logistik adalah tonggak bisnis e-commerce. Keberadaannya kini tak bisa dipisahkan dari gaya hidup dalam bertransaksi digital sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenalnya lebih dekat,” tambah Ignatius Untung.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartotobahkan mengatakan, bisnis logistik tanah air diprediksi terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun mendatang. Kendati menuju ke arah yang lebih positif, menurut Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), baru 56% total pengguna internet di Indonesia yang belum pernah melakukan transaksi belanja online atau via marketplace.

Sebabnya, selain faktor ongkos kirim yang lumayan tinggi, bahkan terkadang lebih mahal dari produk, barang tidak sampai, jaminan keamanan serta ketidakpastian barang sampai.

Begitu bermanfaatnya event ini ditanggapi Presiden Direktur Traya Eksibisi Internatioanal, Bambang Setiawan. Dikatakan, Pasar idEA mempertemukan salah satunya pelaku usaha e-commerce khususnya logistik dan pengiriman barang dengan pelangganya langsung sehingga dapat tercapai saling percaya dan tercipta kerja sama yang sinergis ke depannya.

Pasar idEA adalah Festival Belanja Online to Offline perdana yang diselenggarakan oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia bekerja sama dengan Traya Eksibisi Internasional. Pameran ini berkonsep B to C dengan target pengunjung selama 4 hari mencapai 120 ribu orang.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA – Indonesian E-Commerce Association) merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri E-Commerce Indonesia. Didirikan pada Mei 2012 di Jakarta oleh 9 perusahaan besar e-commerce Indonesia, yaitu Berniaga.com; BHINEKA.com; BLANJA.com; blibli.com; Gramedia.com; Kaskus.com; Multiply.com; OLX.co.id; dan Tokopedia.

idEA hadir sebagai jembatan untuk menjalin hubungan yang baik antar pemaindalam industri dengan para mitra industri secara berkesinambungan, termasuk di antaranya dengan pemerintahan dalam hal regulasi yang berkaitan dengan kepentingan industri, maupun dengan asosiasi lain yang secara langsung menjadi elemen penting dalam pengembangan ekosistem industri E-Commerce. (tety)

Leave a Comment