04/05/2026
Aktual

‘Panu’ Gejala Awal Sakit Kusta

JAKARTA — Jika Anda terkena panu, perlu waspada. Jangan anggap sepele bercak putih di permukaan kulit ini. Penyakit kulit ini bisa jadi gejala awal sakit kusta.

Kalau tidak segera diatasi, akan berakibat pada kebutaan, bahkan kecatatan. Maka tak heran,banyak penderita kusta terlambat mendapatkan pengobatan, sehingga berujung pada kecacatan.

Bagaimana membedakan penyakit panu dengan ‘panu’ gejala awal kusta? Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, M. Subuh, menjelaskan, ada perbedaan yang khas antara kusta dan panu. Kalau panu disertai rasa gatal, sementara kusta justru sebaliknya.

“Untuk mendeteksi kusta, bisa dengan cara menusuk-nusukkan jarum atau kapas ke bagian yang ditumbuhi bercak putih. Kalau tidak terasa sakit atau mati rasa, itu patut dicurigai sebagai kusta. Segera pergi ke puskesmas untuk diberi pengobatan. Obatnya gratis,” kata Subuh, pada puncak peringatan ‘Hari Kusta Sedunia’ bertema ‘Hilangkan Stigma! Kusta Dapat Disembuhkan dengan Tuntas’, di Jakarta, Senin (26/1).

Bila positif terkena kusta, pasien disarankan mengonsumsi obat secara teratur supaya tidak sampai timbul kecacatan. Untuk kusta kering, minum obatnya antara enam sampai sembilan bulan. Jika, kusta basah harus sampai 12 bulan.

Ia menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae ini sebetulnya tidak mudah menular. Diperlukan kontak erat secara terus menerus dan dalam waktu yang lama dengan penderita.

Penyakit kusta sebenarnya dapat disembuhkan tanpa cacat bila penderita ditemukan dan diobati secara dini.

“Tapi, memang penyakit ini seringkali ditemukan terlambat dan sudah dalam keadaan cacat yang terlihat,” katanya.

Penyakit kusta sendiri ada dua jenis, yaitu kusta kering atau pausi basiler (PB) dan kusta basah atau multi basiler (MB). Gejala bercak putih seperti panu biasanya merupakan ciri umum gejala kusta kering. Sedangkan gejala kusta basah lebih mirip kadas, yakni bercak kemerahan dan disertai penebalan pada kulit.

Ciri khas yang mendasar dari kusta adalah kurang rasa (hipoestesi) atau mati rasa sama sekali (anestesi) pada gejala yang muncul. Ini yang menyebabkan penderita kusta bila dibiarkan dapat mengalami kecacatan, karena saraf mereka rusak sehingga mereka tidak merasakan sakit meskipun jari mereka putus. (tety)

Leave a Comment