17.7 C
New York
05/05/2026
Aktual

Pameran Industri Hospitality Indonesia, Dorong Produk lokal Jadi Trendsetter di Pasar Global

JAKARTA (Pos Kota) — Gelaran pameran industri hospitality dan desain satu-satunya di Indonesia, Hospitality Indonesia berlangsung pada 23-26 Oktober 2019. Tema yang diangkat adalah “Engage the Future of Hospitality”, merefleksikan kekuatan kolaborasi yang semakin padu dari industri yang terkait di dalamnya. Ini adalah tahun kedua Hospitality Indonesia diadakan setelah edisi pertama sukses pada 2018.

Pameran ini sinergi antara API Traya dan JIExpo Kemayoran Jakarta, serta didukung oleh Kementerian Perindustrian, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF).

“Berkonsep Business To Business (B to B), Hospitality Indonesia menghadirkan sebanyak 5000 buyers potensial dari Asia Tenggara, Australia dan dari sejumlah negara lainnya. Ini bukan hanya mendorong peningkatan transaksi bisnis, tetapi sekaligus juga semakin menggairahkan sektor pariwisata,” ungkap Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan.

Sunardi M. Sinaga, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi menyampaikan apresiasi terhadap gelaran Hospitality Indonesia. Jakarta semakin tumbuh sebagai kota dengan perkembangan pariwisata paling prospektif setelah Bali.

“Jakarta didapuk menjadi kota dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi di dunia pada 2017 oleh World Travel and Tourism Council (WTTC). Ini menjadi tantangan bagi kami untuk semakin berbenah meningkatkan pelayanan dan infrastruktur transportasi yang memperlancar mobilitas sehingga dapat mendorong investasi bisnis, khususnya di bidang pariwisata yang mengalami tren kenaikan positif,” ujarnya.

Jakarta saat ini, menurutnya, daerah dengan konsumen tertinggi untuk produk sandang, pangan dan papan. Ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha mebel dari luar daerah untuk memasarkan produknya di Jakarta. “Saya berharap Hospitality Indonesia bisa menjadi agenda rutin dan dilaksanakan dalam rangkaian HUT DKI Jakarta sehingga dapat lebih mendorong pertumbuhan ekonomi baik secara lokal maupun global,” ujar Sunardi M. Sinaga.

Abdul Rochim, M.Si Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, acara ini sangat penting dalam mendorong perkembangan industri furnitur nasional. Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang 2018, kontribusi industri furnitur terhadap PDB industri nonmigas sebesar 1,36%.

Kinerja ekspor industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 2016, nilai ekspornya sebesar US$1,60 miliar, naik menjadi US$1,63 miliar pada 2017. Sepanjang 2018, nilai ekspor produk furnitur nasional kembali mengalami kenaikan hingga US$1,69 miliar atau naik 4%. Dan, Indonesia baru berada di peringkat 21 dunia.

“Saya optimis peringkat Indonesia bisa melesat karena kita memiliki keunggulan kompetitif seperti ketersediaan bahan baku dan SDM yang melimpah. Kita harus berkolaborasi meningkatkan ekspor furniture. Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara merupakan pasar furniture yang strategis,” ungkapnya.

Ketua Umum Indonesia Furniture Promotion Forum (IFPF), Erie Sasmito, memandang ajang ini sebagai stimulator yang kuat bagi pelaku industri Hospitality Indonesia untuk lebih berani berkreasi demi memenuhi kebutuhan pasar.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Rohadi mengungkapkan, perlunya dibuat roadmap pengembangan industri hospitality sehingga memperoleh kesepahaman bersama yang mengacu pada arah dan target yang jelas antara para pelaku bisnis industri hospitality, desainer, dan pemerintah.

Bertempat di area seluas 8000 meter persegi, Hospitality Indonesia melibatkan lebih dari 100 peserta pameran. Mereka terdiri dari tiga sektor yakni Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia dan Hotel Sourcing Indonesia.

Selain display produk, Hospitality Indonesia untuk pertama kalinya, akan memberikan penghargaan Gold Designer kepada desainer yang berprestasi atas karya-karyanya dalam bidang hospitality. Adapun penerima penghargaan Gold Designer tahun ini jatuh kepada Eugenio Hendro yang kini berkolaborasi dengan Bramble Furniture — perusahaan furnitur berbasis di AS yang berfokus pada furniture buatan tangan (handmade) di Indonesia.

Hospitality Indonesia juga menjadi ajang edukasi desain kepada masyarakat tentang tren yang berkembang yang diinternalisasikan dalam rangkaian seminar dan workshop inspiratif bertajuk InspireTalk dengan menghadirkan para pembicara kompeten di bidang hospitality dan desain. (tety)

Leave a Comment