JAKARTA (Pos Sore) – Kehadiran pakar marketing Prof. Hermawan Kertajaya dalam acara Gathering Pemasaran bertema ‘Revolusi Mental Dalam Pemasaran’ menyedot perhatian sekitar 200 pelaku UKM yang hadir. Masukan-masukan dari pakar pemasaran internasional ini seolah-olah membawa energi baru ke dalam tubuh usaha kecil menengah ini.
Mereka tampak serius, sesekali memberikan aplaus jika resep-resep pemasaran yang diberikan meresap ke pikiran mereka. Kehadiran Hermawan ini sepertinya tak ingin disia-siakan, mengingat jadwal motivator pemasaran ini cukup padat.
Dalam wejangannya itu, Hermawan meminta pelaku UKM melakukan revolusi mental dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Mereka harus berani dan percaya diri dalam bersaing dengan produk-produk negara lain.
“Kita harus berani dan optimis mampu memenangkan persaingan dengan menangkap segala peluang dan mengatasi tantangan persaingan dagang yang kompetitif dengan masyarakat Asean,” katanya dalam kegiatan hasil kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) dan COOP TV, di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (19/3)
Karenanya, kata dia, kenali usaha Anda, kenali kompetitor, dan kenali konsumen. Cari celah pasar yang kompetitornya tidak terlalu kuat sehingga produk Anda bisa diterima pasar. Anda juga harus bisa mengenali karakteritik konsumen yang akan dibidik. Merek bukanlah hal yang begitu penting, yang penting adalah karakter. Parameter keberhasilan dalam berbisnis salah satunya ditentukan oleh segmentasi dan target pasar yang baik.
“Marketing itu bukan hanya penjualan atau kalkulasi untung-rugi, namun marketing itu meliputi rasional, emosional, dan spiritual. Konektivitas menjadi penting karena seorang marketer harus memiliki hubungan yang baik dengan semua orang, juga harus menjelaskan siapa diri dia sebenarnya agar lebih dikenal,” papar Hermawan yang juga CEO Markplus ini.
Segmentasi dan targeting menurut Hermawan Kartajaya adalah proses membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik serupa dari perilaku pelanggan, dan kemudian menentukan segemn-segmen mana yang mau dilayani. Dalam tahap taktik dapat dilakukan diferensiasi produk dan cara menjual kepada konsumen. (tety)
