
JAKARTA (Pos Sore) — Para penerima Orange Tulip Scholarship (OTS) tahun akademik 2019-2020 menghadiri acara Orange Tulip Scholarship Awardees Gathering yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Belanda, Jakarta.
Awardees Gathering ini bertujuan untuk mempererat ikatan kekeluargaan para penerima beasiswa OTS dan juga tukar informasi untuk persiapan keberangkatan ke Belanda.
Orange Tulip Scholarship (OTS) adalah beasiswa studi di Belanda yang telah
terselengara selama lebih dari 10 tahun berkat adanya kerjasama antara Nuffic
Neso dan Institusi Pendidikan Tinggi Belanda.
Di Indonesia, OTS pertama kali
diluncurkan oleh Nuffic Neso Indonesia pada 2012 dan setiap tahunnya selalu
mengalami perkembangan baik dari sisi universitas di Belanda yang berpartisipasi maupun jumlah peminat.
Beasiswa parsial ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan studi di Belanda bagi para pelajar unggul Indonesia yang berminat untuk melanjutkan program studi sarjana (bachelor degree) dan pasca sarjana (master degree).
Acara penyerahan sertifikat bagi para penerima beasiswa OTS ini dibuka oleh
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl. Dalam sambutannya Peter van Tuijl mengemukakan ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa Indonesia saat sekolah di Belanda.
“Bukan hanya mendapatkan tambahan wawasan bidang keilmuan yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga bisa menambah jaringan internasional selama tinggal di Belanda,” katanya, di Jakarta, Selasa (23/7) malam.
Belum lagi kebiasaan mandiri yang didapat dari kebiasaan sehari-hari di Belanda. Pengalaman internship atau bekerja di Belanda atau di Eropa setelah lulus juga dapat menambah oleh-oleh ilmu untuk dibawa pulang ke Indonesia.
Oleh karena itu, Peter sangat berharap para penerima beasiswa OTS dapat memaksimalkan pengalamannya selama studi dan tinggal di Belanda.
Acara ini juga dihadiri oleh salah seorang penerima beasiswa OTS 2018, Wahyudio Mahesa, yang saat ini sedang berkuliah di Hanze University of Applied Science. Hadir juga Maria Dias Ikasalama alumni yang lulus dari Radboud University pada 2018 yang juga penerima beasiswa OTS 2017. Mereka membagikan pengalamannya kepada para penerima beasiswa OTS tahun ini.
Peter menyebutkan, total aplikasi yang masuk pada tahun ini adalah 298 pelamar untuk bersaing memperebutkan 65 kursi beasiswa untuk studi di 26 institusi di Belanda dengan total nilai beasiswa EUR. 410,652.
Beasiswa OTS tahun akademik 2019-2020 memberikan potongan biaya kuliah beragam antara 30 – 100%, dan beberapa institusi pendidikan menawarkan pemberian tunjangan biaya hidup dan bantuan biaya
pengurusan visa.
Dari 298 pelamar, sebanyak 87% melamar untuk program Master dan 13% di antaranya melamar untuk program Bachelor. Dilihat dari data para pendaftar OTS, program studi yang paling banyak dipilih adalah jurusan Teknik; Ekonomi dan Bisnis; serta Ilmu sosial. Ada juga beberapa yang mendaftar untuk jurusan seni dan ilmu pengetahuan alam.
Universitas tujuan penerima beasiswa OTS di antaranya Tilburg University, VU Amsterdam, Saxion University of Applied Sciences, International Institute of Social Studies of Erasmus University Rotterdam, Radboud University, University of Groningen, The Hague University of Applied Sciences, dan Maastricht University. (tety)
