05/05/2026
Aktual

Osteoarthristis, Peringkat Kelima Penyebab Disabilitas pada Wanita

dr Theresia 1

JAKARTA (Pos Sore) – SOHO Global Health mengadakan talkshow SOHO #BetterU bertajuk ‘Osteoarthritis The Never Ending Story’. Talkshow ini diadakan karena osteoarthritis (OA) atau nyeri sendi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu.

“Penyakit ini dapat membuat penderitanya merasakan nyeri dan disabilitas hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebabnya, terjadinya penipisan sekat sendi yaitu jaringan elastis atau tulang rawan pelapis ujung tulang persendian,” terang dr. Theresia Sandra Dian Ratih, Kasubdit Pengendalian Penyakit Kronik dan Degerenatif, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Selasa (3/11).

Meskipun osteoarthritis dapat menyerang semua sendi yang ada pada manusia, namun bagian lutut manusia adalah yang paling rentan terkena OA.

Osteoarthritis dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia masuk ke dalam salah satu dari empat kondisi otot dan tulang yang membebani individu, sistem kesehatan maupun sistem perawatan sosial dengan biaya yang cukup besar.

Menurut World Health Organization, pada 2008, osteoarthritis diderita oleh 151 juta jiwa di seluruh dunia dan mencapai 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara. Osteoarthristis ini berada pada peringkat kelima penyebab disabilitas bagi wanita.

Di Indonesia sendiri, prevalensi kejadian osteoartritis di adalah 15.5% pada pria dan 12.7% pada wanita di antara 34,4 juta orang penderita. Kejadian ini meningkat seiring dengan pertambahan usia.
Sementara itu, berdasarkan data di Kementerian Kesehatan RI, statistik kenaikan kasusnya penyakit OA cukup tinggi. Terhitung dari 1995 sampai 2007 prevalensinya sebesar 30 persen.

“Jadi 1 dari 3 orang Indonesia punya penyakit sendi, dan satu banding 10 orang orang di antaranya menderita OA,” ungkapnya.

Siapa saja bisa terkena OA. Pria dan wanita yang kegemukan (obesitas) serta wanita menopause, beresiko tinggi terkena osteo arthritis. Obesitas, akan menyebabkan cedera pada penyekat persendian pada lutut, panggul dan lutut, karena setiap saat akan menerima beban berlebih pada persendian itu. (tety)

Leave a Comment