JAKARTA (Pos Sore)– Langkah Rizal Ramli mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) karena dipercaya sebagai Komisaris Bank Nasional Indonesia (BNI) 1946 perlu ditiru oleh para pejabat Indonesia.
“Pengurus Kadin, tidak boleh rangkap jabatan. Karena itu, langkah Rizal Ramli yang legowo melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umun Kadin patut untuk ditiru,” kata Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) ketika menerima pengurus Kadin Pusat dan Kadin Daerah, Senin (10/8).
Pada kesempatan itu, OSO didampingi Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan (Partai Demokrat) dan Mahyudin (Golkar). Dari pihak Kadin tampak Zainal Bintang selaku Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Kadin, Zainal Bintang serta sejumlah pengurus Kadin daerah.
“Langkah seperti dilakukan Rizal Ramli perlu ditiru. Dia legowo menanggalkan jabatannya setelah menjadi pejabat negara. Sebab dalam AD/ART tak boleh rangkap jabatan, ” ujar OSO.
Menurut Zainal Bintang, Rizal Ramli telah menandatangani pengunduran dirinya. “Saya menyaksikan penandatanganan Plt Ketum Kadin Indonesia, ” ujar Ketua Kadinda Sulteng, Syamsudin Said.
Rizal Ramli terpilih sebagai Ketua Umum Kadin pada Munas Bal, 2013. Namun, sejak 17 Maret 2015, Rizal Ramli diangkat menjadi Komut Bank BNI. Terhitung sejak 24 Juli 2015, Zainal Bintang yang selama ini menjadi Wakil Ketua Umum telah ditunjuk sebagai Plh Ketum Kadin Indonesia.
“Sesuai AD/ART, untuk menghindari adanya rangkap jabatan yang dapat menimbulkan conflict interest, Kadin Indonesia akan segera menggelar Munas untuk pergantian pengurus yang direncanakan akan digelar bulan September nanti, ” ujar Ketua Kadinda DIY, Nur Ahmad Affandi.
Menurut dia, melalui Munas ini bakal dilakukan serangkaian pembenahan internal secara serius. Tujuannya untuk meningkatkan kiprah dan peranserta Kadin Indonesia mendorong kebangkitan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin dinamis. Momentum Munas akan membuka peluang kepada tokoh pelaku usaha bersaing secara ksatria, fairplay dan transparan.
“Artinya, terbuka munculnya figur calon Ketum yang segara, trampil, pro-rakyat dan mendapat dukungan semua pihak, ” kata Ketua Steering Commitee Munas Kadin Indonesia itu.
Menurut Arif, Kadin Indonesia membutuhkan figur Ketua Umum yang memiliki visi jauh ke depan, memiliki watak dasar yang siap mengabdi secara tulus-ikhlas, konsisten memperkuat perekonomian nasional, komitmen memberdayakan pengusaha kecil dan teguh menjaga kedaulatan serta kehormatan bangsa.
“Di tengah gelombang dinamika ekonomi dunia yang pasang surut tidak menentu, Kadin Indonesia memerlukan tokoh perubahan dan pembaruan yang mampu menghayati pesan-pesan dalam konsep sembilan program Nawa Cita Jokowi-JK dalam visi misi kampanye Pilpres 2014,” demikian Nur Ahmad Affandi. (akhir)
